Friday, September 19, 2014

Dari SMS Hingga Twitter, Ini Daftar Aduan yang Masuk ke Ahok Sepekan Terakhir

Jakarta - Jumlah pengaduan masyarakat DKI melalui Respons Opini Publik hari ini mengalami peningkatan meski tak terlalu signifikan. Kepala Seksi Data dan Informasi Kehumasan pempov DKI, berujar hingga pukul 14.30 WIB sudah ada puluhan pengaduan lewat sms ke nomor ponsel Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Ada sekitar 30 SMS. Itu belum termasuk pengaduan lewat kanal lainnya seperti e-mail,” kata Alberto kepada detikcom, Jumat (19/9/2014). SMS itu akan dibaca dan dikelompokkan oleh tim Respons Opini Publik kemudian diteruskan ke dinas terkait.

Hamdi, anggota tim Respons Opini Publik menyatakan, hari ini jumlah pengikut di media sosial juga ikut bertambah. “Menurut petugas yang setiap harinya menangani facebook, jumlah followernya bertambah banyak, jadi 1.739 dan follower twitter juga menjadi 53.700,” kata dia.

Ada 11 kanal pengaduan yang bisa digunakan warga untuk melaporkan soal isu dan masalahnya kepada pemprov DKI. Namun biasanya kanal yang paling banyak dipakai adalah SMS Wagub ke nomor 0811944728.

Setiap pekannya ada ratusan keluhan yang harus direspons oleh Ahok dan timnya. Dari data yang diterima detikcom, dalam sepekan terakhir ini sejak 11-18 September, sudah ada 424 aduan yang telah didisposisi ke dinas.

Berikut ini data pengaduan warga yang sedang ditindaklanjuti oleh SKPD DKI
1. Media News Online sebanyak 31 laporan.
2. Twitter sebanyak 89 laporan.
3. Facebook sebanyak 37 laporan.
4. SMS Center DKI sebanyak 27 laporan.
5. Email sebanyak 27 laporan.
6. Balaiwarga sebanyak 3 laporan.
7. Kliping Media sebanyak 36 laporan.
8. LAPOR! 1708 dan SMS Wagub 0811944728 sebanyak 145 laporan.
9. Petisi sebanyak 26 laporan.
10. Unjuk Rasa sebanyak 2 laporan.
11. Call Center 164 sebanyak 1 laporan.

Jakarta - Sejak aktif menjadi Wakil Gubernur Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dalam tiap kesemapatan selalu memberikan kartu namanya kepada warga. Ada tiga nomor ponsel yang bisa dipakai warga DKI untuk mengadu.

Orang nomor dua di DKI ini mengaku selalu membalas sendiri pesan singkat pengaduan warga, terutama pada akhir pekan. Kalau hari kerja, dia dibantu oleh staf pribadi dan sekitar 30 orang anggota tim Respons Opini Publik.

Sehari-harinya ada ribuan SMS pengaduan yang masuk ke tiga nomor HP Ahok. Isinya mulai dari keluhan, kritikan, masukan dan saran maupun aspirasi.

Keluhan itu akan langsung disalurkan ke dinas yang terkait. Biasanya tak butuh waktu lama, keluhan publik akan langsung ditangani. Jalan rusak, berlobang, masalah busway, hingga persoalan lain seputar Ibukota boleh diadukan dan akan ditangani paling lama sepekan.

Berikut ini alur reaksi cepat SMS warga ke nomor Ahok dalam bentuk infografis:





Jakarta - Setiap hari, ada ribuan SMS pengaduan dari warga yang masuk ke nomor ponsel Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Walaupun menangani sendiri SMS itu, Ahok juga dibantu oleh stafnya dan tim kerja sehingga semua pengaduan yang masuk bisa direspons dengan cepat.

Saat menyambangi kantor tim yang bernama Respons Opini Publik di lantai tiga Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2014), suasana cukup riuh. Ruang kerja seluas 10x7 meter itu diisi oleh sekitar 30 orang petugas yang menatap layar komputernya masing-masing.

Pantauan detikcom, mayoritas anggota tim yang berkaian batik itu adalah masih tergolong anak muda. “Iya, ini memang rata-rata masih muda. Sengaja, supaya penuh semangat kan,” kata Riezka, pranata Humas pemprov DKI.

Dia berujar, tim yang selalu menganalisa dan mengurusi pengaduan warga DKI itu bukanlah kalangan PNS. “Mereka anak-anak muda warga DKI yang kita berdayakan,” imbuh Riezka.

Di kantor Tim Respons Opini Publik ini ternyata ada peraturan wajib berbahasa Inggris pada hari tertentu. Termasuk hari Kamis kemarin, mereka berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Bahkan saat bercanda pun mereka berusaha berbahasa asing meski tak semua terdengar fasih mengucapkannya.

Walau terlihat santai, tapi mereka tetap serius bekerja. Tiap petugas menatap layar komputer masing-masing. Mereka memantau SMS , pengaduan warga di facebook ataupun di twitter serta menganalisa pesan yang dikirim lewat email.

Ahok memang cenderung lebih senang memilih staf dari anak muda. Di ruang kerjanya, sehari-hari Ahok juga dibantu oleh beberapa  staf pribadi yang direkrutnya dari kalangan anak kuliah. Mereka magang kerja dan dilibatkan antara lain untuk menangani SMS pengaduan warga.

“Kalau di sini anak magang juga kita kasih (menangani pengaduan warga) supaya belajar. Tapi kalau ada pertanyaan yang enggak dimengerti ya langsung disampaikan ke kita,” kata Ahok.


No comments:

Post a Comment