"Biasa saja, namanya juga FPI," kata Basuki santai, di Balaikota Jakarta, Kamis (19/8/2014).
Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku telah sering didemo oleh berbagai organisasi masyarakat (ormas).
Tak hanya itu, Basuki juga mengaku kerap dilaporkan polisi oleh beberapa pihak. Karena itu, ia sudah tidak khawatir lagi terhadap berbagai ancaman yang datang kepadanya.
Bahkan, Basuki mengajarkan kepada FPI dan ormas lainnya tentang tata cara dalam melakukan aksi unjuk rasa yang benar.
"Kalau (FPI) mau demo, lapor polisi dulu. Kalau sudah lapor polisi dan dapat izin, baru boleh demo. Ini zaman demokrasi. Semua orang boleh demo menyatakan pendapat. Kalau mereka teriak-teriak, ya saya dengarkan saja sambil kerja dari sini," kata Basuki seraya menunjuk sebuah jendela di ruang kerjanya yang langsung menghadap halaman Balaikota.
Sekadar Informasi, FPI sudah menyebar spanduk penolakan terhadap Ahok. Dalam spanduk itu, mereka menulis, "Tolak Ahok, harga mati".
Tak hanya itu, Basuki juga mengaku kerap dilaporkan polisi oleh beberapa pihak. Karena itu, ia sudah tidak khawatir lagi terhadap berbagai ancaman yang datang kepadanya.
Bahkan, Basuki mengajarkan kepada FPI dan ormas lainnya tentang tata cara dalam melakukan aksi unjuk rasa yang benar.
"Kalau (FPI) mau demo, lapor polisi dulu. Kalau sudah lapor polisi dan dapat izin, baru boleh demo. Ini zaman demokrasi. Semua orang boleh demo menyatakan pendapat. Kalau mereka teriak-teriak, ya saya dengarkan saja sambil kerja dari sini," kata Basuki seraya menunjuk sebuah jendela di ruang kerjanya yang langsung menghadap halaman Balaikota.
Sekadar Informasi, FPI sudah menyebar spanduk penolakan terhadap Ahok. Dalam spanduk itu, mereka menulis, "Tolak Ahok, harga mati".
No comments:
Post a Comment