Thursday, August 7, 2014

TKI Ditelanjangi Saat Tukar Uang, Kepala BNP2TKI: Itu Terjadi Tahun 2011

Kepala BNP2TKI Gatot
Jakarta - Para TKI yang mengadu ke KPK mengaku pernah ditelanjangi di Bandara Soekarno-Hatta. Tujuannya agar uang asing yang mereka bawa habis ditukar dengan harga sangat murah. Apa tanggapan pihak Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)?

Kepala BNP2TKI Gatot Abdul Mansyur mengatakan, kabar itu pernah didengarnya terjadi pada tahun 2011-2012 lalu. Namun sejak dia menjabat, tepatnya 4 bulan lalu, praktik itu diklaim sudah tidak ada.

"Saya pernah mendengar itu di tahun 2011-2012, saya baru masuk 4 bulan lalu, sudah tidak mendengar lagi," kata Gatot saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (7/8/2014).

Gatot mengatakan, saat ini ada 9 money changer di pintu khusus TKI. Namun sebagian sudah tak beroperasi karena TKI yang melintasi pintu khusus tersebut sudah jauh berkurang dibandingkan dengan tahun lalu.

"Sekarang TKI sudah lewat pintu umum (terminal 2 kedatangan internasional bandara Soekarno-Hatta) semua. Dulu bisa banyak, tapi sekarang cuma 70-100 orang, paling 20 persennya aja," terangnya.

Menurut Gatot, pihaknya tidak tahu bila praktik itu terjadi di terminal kedatangan umum. Sebab area tersebut bukan lagi di wilayah 'kekuasannya'. Di sana, sudah banyak instansi yang terlibat, mulai dari Angkasa Pura, Bea Cukai, Imigrasi, hingga Kepolisian dan TNI.

"Kalau di luar itu urusannya sudah dengan Angkasa Pura dan kewenangan kriminal umum. BNP2TKI bukan penegak hukum, kita hanya melaporkan dan koordinasi," tegasnya.

Sebelumnya, beberapa TKI yang datang ke KPK mengaku pernah ditelanjangi saat dipaksa menukar uang di bandara. Kuraesin, 40, begitu sampai di terminal khusus TKI Bandara Soekarno-Hatta, uangnya diperas dan koper pakaiannya ikut dirampas.

"Saya dipaksa tukar US$ 300. Uang segitu kan gede banget di tahun 1997. Koper saya saja sampai di bawa kabur paksa dikiranya duit juga kali," kata perempuan yang dipanggil Asen saat dihubungi detikcom, Kamis (7/8/2014).

Asen mengaku tidak hanya perampasan uang dan koper, dia juga digeledah paksa hingga pakaian dalamnya digerayangi petugas perempuan bandara. Karena pengalaman pertama kali pulang dari luar negeri sebagai TKI, Asen takut dan hanya berusaha menurutinya.

No comments:

Post a Comment