Thursday, August 7, 2014

Prabowo Nilai Pilpres Lebih Buruk dari Korut, Ini Kata Pimpinan DPR

Jakarta - Di sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Prabowo Subianto mencurahkan kegalauannya mendapat nol suara di ratusan TPS dan menilai pilpres lebih buruk dari pemilu di Korea Utara. Wakil Ketua DPR Pramono Anung tak setuju.

Pramono mengingatkan pasangan Jokowi-JK juga mendapat nol suara di di 17 TPS di Sampang, Jawa Timur. Pramono menyebut ada dugaan kecurangan lokal, namun tak sepakat jika pilpres disebut lebih buruk dari pemilu di Korut.

"Kalau saya melihat ini ada kreativitas yang berlebihan. Walaupun ada kecurangan di lokal, tapi tak terstruktur, sistematis dan masif, dan tidak bisa dibandingkan dengan Korut," kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Pramono mengapresiasi upaya Prabowo menggugat hasil Pilpres ke MK, sesuai dengan jalur konstitusi. Dia yakin MK akan mengeluarkan keputusan terbaik.

"Kewenangan sepenuhnya ada di MK," ujarnya.

Ini Penjelasan Gerindra Soal Prabowo Nilai Pilpres Lebih Buruk dari Korut


Jakarta - Partai Gerindra menepis kalau pernyataan Prabowo Subianto terkait hasil Pilpres 2014 lebih buruk dari Korea Utara adalah luapan emosi pribadi yang justru blunder. Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menegaskan kalau penilaian seperti itu adalah salah kaprah dan menyudutkan capres nomor urut satu itu.

"Justru ini yang dicontohkan, tempat ini maksudnya Indonesia lebih buruk dari Korea Utara yang berpaham komunis. Itu enggak dimaknai lengkap, salah kaprah itu mereka," ujar Habiburokhman saat dihubungi detikcom, Rabu (6/8/2014).

Dia mengatakan mengacu hasil di sejumlah TPS seperti di Papua yang menyatakan Jokowi-JK mutlak 100 persen sementara Prabowo-Hatta meraih nol suara menjadi contoh buruknya Pilpres di Indonesia.

"Suara Pak Jokowi 100 persen dan kita nol. 100 Persen ini lebih dari surat suara yang ada. Padahal, kita punya saksi. Ini kan lucu. Negara komunis seperti Korut kan enggak gitu-gitu banget. Ini yang katanya Pilpres demokratis tapi kok bisa raih 100 persen," katanya.

Sebelumnya, dalam sidang perdana gugatan Pilpres di MK, Prabowo Subianto protes terhadap hasil perolehan nol suara di ratusan TPS. Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menilai pelaksanaan Pilpres di Indonesia lebih buruk dari Korea Utara.

"Bahkan di Korea Utara pun tidak terjadi, mereka bikin 97,8 persen. Di kita, ada yang 100 persen, ini luar biasa. Ini hanya terjadi di negara totaliter, fasis dan komunis," kata Prabowo di ruang sidang MK, di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2014).

No comments:

Post a Comment