JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga orang anggota TNImenyambangi ruang kerja Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada Senin (4/8/2014) sore. Namun, karena telah menunggu satu jam dan tak bertemu dengan Ahok, mereka memutuskan untuk menemui Kepala Satpol PP DKI Kukuh Hadi Santoso.
Ketika dikonfirmasi, Kukuh membantah kedatangan tiga anggota TNI itu terkait kasus salah tangkap personel Satpol PP terhadap anggota TNI di Monas. Kedatangan mereka, lanjut dia, hanya karena ingin bersilaturahmi.
"Satpol PP itu kan mitranya TNI dan polisi. Beliau-beliau (anggota TNI) itu pejabat baru yang mau memperkenalkan diri ke kita," kata Kukuh, saat dihubungi wartawan, Senin (4/8/2014) malam.
Anggota TNI yang menyambangi Ahok antara lain adalah Letkol Edwin yang baru saja menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) Jakarta Pusat, serta Asisten Administrasi Garnisun Joko Slamet.
Tujuan kedatangan Edwin, kata Kukuh, untuk bersilaturahmi dengan Wagub dan Satpol PP. Sedangkan kedatangan Joko perihal koordinasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Monas. Sebab, dalam penertiban PKL itu, Satpol PP turut dibantu oleh aparat TNI, Garnisun, dan Kepolisian. Sehingga, ia kembali membantah kedatangan tiga anggota TNI itu karena ingin mengklarifikasi berbagai pernyataan Ahok di media tentang oknum TNI yang "melindungi" para PKL Monas.
"Saling mengunjungi saja, mampir. Letkol Edwin itu kebetulan satu kelas (akademi militer) dengan keponakan saya," kata mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum tersebut.
Sebelumnya, Ahok mengeluarkan kekesalannya ketika mendengar ada personel Satpol PP yang diamankan oleh Polsek Gambir karena menertibkan warga yang diduga PKL, pada Sabtu (2/8/2014) lalu. Warga itu ternyata anggota TNI yang sedang berlibur bersama keluarganya di Monas.
Ahok mengaku heran, mengapa tidak ada pihak yang peduli terhadap personel Satpol PP yang celaka saat menertibkan PKL maupun bangunan kumuh. "Satpol PP setiap kali melakukan tindakan di Monas, pasti dipanggil polisi di-BAP sebagai tindak pengeroyokan. Ini kan konyol? Terus kalau orang kita (Satpol PP) ada yang kepalanya bocor, apa ada yang BAP?" kata dia.
Ahok mengaku siap melakukan aksi baku tembak dengan para oknum yang membekingi PKL dan parkir liar yang berada di Monas. Pasalnya, kondisi Monas saat ini sudah semakin semrawut. Para PKL dengan mudah membobol pagar dan berdagang di dalam Monas. Serta para preman yang semakin membeludak "memeras" pengunjung Monas yang memarkirkan kendaraannya di kawasan seluas 82 hektar itu.
Menurut dia, Pemprov DKI memiliki hak untuk menertibkan semua permasalahan itu. Sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Basuki pun telah bersedia memberi persenjataan lengkap pada personel Satpol PP. Mulai dari rompi anti peluru, pistol, alat kejut listrik, pisau, dan lainnya.
No comments:
Post a Comment