Friday, August 8, 2014

Di Aceh, jilboobs juga menjadi trend di kalangan orang dewasa

Di Aceh, jilboobs juga menjadi trend di kalangan orang dewasa
jilboobs. ©2014 Merdeka.com
Merdeka.com - Fenomena istilah jilboobs yang sedang trending topic di media massa dan media sosial tidak hanya terjadi di tingkat nasional. Akan tetapi fenomena itu pada dasarnya sudah terjadi seantero Indonesia, tak terkecuali Aceh yang merupakan daerah menerapkan syariat Islam, namun belum fameliar dengan sebutan jilboobs.

Seorang mahasiswa S2 Universitas Syiah Kuala, Ayu Puspa Nanda mengaku, di Serambi Makkah dia juga kerap melihat perempuan berpakaian yang memamerkan aurat namun menggunakan jilbab. Menurutnya itu sudah menjadi pemandangan biasa terjadi di kalangan anak remaja dan juga ABG. 

"Kalau saya lihat banyak yang berpakaian metode jilboobs di Banda Aceh," ungkapnya.

Dia sendiri prihatin dengan kondisi tersebut saat ini. Seharusnya tidak ada wanita yang menggunakan jilbab yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Menurutnya, remaja dan ABG di Aceh hanya menggunakan kerudung, bukan menggunakan jilbab. "Semua orang pada berkerudung, bukan berjilbab. Kalau jilbab itu ya ada aturannya seperti yang dijelaskan dalam Alquran," ungkap gadis keturunan Sunda ini.

Sementara itu hal senada juga disampaikan oleh seorang mahasiswa Universitas Negeri Islam (UIN) Ar Raniry, Trisna Ramad mengatakan, meski istilah jilboobs tidak dikenal secara luas oleh masyarakat Aceh, namun penggunaan pakaian yang tidak sesuai dengan syariat Islam juga masih bisa dilihat di daerah ini. "Di Aceh banyak yang begitu. Yang masih pakai baju ketat banget sampai ngejiplak lekuk tubuhnya," tutur Trisna Ramad saat ditanya merdeka.com, Jumat (8/8).

Menurut Trisna, tidak hanya remaja dan ABG berpakaian ketat di Aceh. Akan tetapi pangamatan Trisna banyak juga perempuan yang sudah dewasa dan orang tua yang hanya sekedar memakai jilbab untuk mengikuti peraturan saja. "Pakai jilbabnya udah tipis, terus diikat dilehernya lagi," sebutnya.

Jauh sebelum istilah jilboobs muncul untuk menyindir para pengguna jilbab namun berbusana seksi, Trisna mengaku pernah beberapa kali melihat perempuan-perempuan Aceh yang menggenakan kerudung namun masih memakai baju lengan pendek.
Pemakai Jilboobs seksi karena masih ingin dikagumi pria
jilboobs. ©2014 Merdeka.com
'Istilah Jilboobs penghinaan bagi perempuan berjilbab'
jilboobs. ©2014 Merdeka.com
Pemakai Jilboobs seksi diminta rajin mengaji
jilboobs. ©2014 Merdeka.com
Muslimah HTI sebut Jilboobs seksi kelakuan remaja korban mode
jilboobs. ©2014 Merdeka.com
Merdeka.com - Media sosial belakangan ramai dengan istilah Jilboobs. Jilboobs ini merupakan sindiran bagi mereka yang menggunakan jilbab tapi lekuk tubuh yang mencetak jelas. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar menyesalkan maraknya tren jilbab yang menyimpang ini.

Bila tren itu berkembang bukan tidak mungkin MUI mengeluarkan fatwa haram. Pasalnya Jilboobs sudah lari dari ketentuan syar'i makna jilbab itu sendiri.

"Jilbab itu sudah harusnya syar'i. Tidak usah sebenarnya difatwa. Kalau jilbab yang ngetren (Jilboobs) ini berkembang bisa saja MUI mengeluarkan fatwa," kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat ditemui wartawan di Kantor MUI Jabar, Kamis (7/8).

Dia menambahkan, esensi jilbab itu yakni sebuah pakaian yang menutup aurat. Secara hakikat menutup bagian tubuh yang mengundang reaksi syahwat. "Sedangkan ini jilbab modis. Bagian tubuh wanita yang ditonjolkan apalagi bahan sangat tipis ini sudah sangat aneh," tandasnya.

Fungsi lain jilbab sendiri lanjut dia, adalah untuk melindungi diri dari keamanan gangguan. Sedangkan apa yang berkembang saat ini sama saja dengan memancing orang lain untuk berbuat tidak baik. "Bagian tubuh ditonjolkan dan sangat tipis. Itukan sudah tibak baik," jelasnya.

Dia menyebut, jilbab yang benar itu adalah pakaian yang menutup aurat, terutama untuk bagian tubuh wanita yang intim.
"Definisi jilbab dalam Al-quran adalah baju kurung yang menutupi. Bukan yang gobroh tidak ketat. Kalau hanya sekedar asal tutup, itu hanya kumur saja," tandasnya.

No comments:

Post a Comment