Merdeka.com - Di akhir masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah berusaha menghemat konsumsi BBM subsidi agar kuota yang ada dalam APBN-P 2014 sebesar 46 juta kiloliter cukup hingga akhir tahun.
Kepala BPH Migas, Andy Noorsaman Sommeng menuturkan, pemerintahan SBY kemungkinan tidak mengambil opsi menaikkan harga BBM subsidi. Andy justru menantang presiden terpilih 2014-2019 Joko Widodo untuk menaikkan harga BBm subsidi.
"Menaikkan harga tidaklah, naikkan BBM Pak Jokowi saja nanti," ucapnya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/8).
Dia mengklaim sudah melakukan segala upaya menghemat konsumsi BBM, mulai dari tak menjual solar subsidi di Jakarta Pusat, pembatasan waktu penjualan solar di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk tidak menjual premium di SPBU yang ada di jalan tol.
"Ini untuk penghematan dan tidak ada diskriminatif, saya tidak setuju pejabat bilang ini diskriminatif," ucap Andy.
No comments:
Post a Comment