Friday, August 8, 2014

BKD Bantah Ahok Soal Adanya Pegawai Bermasalah yang Dipromosikan

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram karena ada pegawai Dinas Perumahan yang seharusnya dipecat tapi malah dinaikkan pangkat sebagai Kepala Suku Dinas (Kasudin). 

Ahok menyebut oknum tersebut terbukti melakukan jual beli rusun. Tapi alih-alih dicopot, pegawai tersebut belakangan dipromosikan jadi Kasudin Perumahan di Kepulauan Seribu.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, I Made Karmayoga, menampik informasi tersebut. "Enggak. Enggak ada yang menjadi Kasudin di Pulau Seribu," katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (8/8/2014).

Made menjelaskan, memang ada empat PNS di Dinas Perumahan yang kena sanksi disiplin terkait masalah rusun. Dari empat orang itu, semua sudah dicopot, yang tadinya mempunyai jabatan menjadi staf biasa.

"Ada juga yang diberhentikan tidak atas permintaan sendiri (pecat). Tapi namanya saya lupa, enggak hapal. Tanyakan ke Kepala Dinas Perumahan saja,” kata Made. Dia menambahkan proses pemberian sanski dilakukan pada Rabu (6/8/2014) lalu.

"Proses sidangnya kemarin-kemarin, sudah selesai dua hari lalu, tinggal nanti kelengkapan administrasinya,” ucapnya.

Ahok sebelumnya dengan geram mengungkap kebobrokan di Dinas Perumahan DKI. Pasalnya ada orang-orang yang terbukti punya kinerja tak beres dan sepatutnya dicopot justru diberikan posisi sebagai baru di tingkat eselon yang sama.

"Makanya saya marah sama Dinas Perumahan. Gila, masa tiap kali ada yang bermasalah mau dipindahin jadi Kasudin,” kata Ahok di kantor LKPP, Jakarta Selatan, sore tadi .

"Dinas perumahan ini paling ngaco, ada yang seharusnya diturunin pangkat tapi malah direkomendasikan mau jadi Kasudin," ucap istri Veronica Tan ini.

"Harusnya turunin golongan. Tapi kemarin sempat mau dipindahin ke eselon lain yang sama. Bahkan mau dijadiin kasudin perumahan di Pulau Seribu. Dulu pernah malah mau pindah ke Dinas Pekerjaan Umum. Kan gila!" tuturnya.

No comments:

Post a Comment