Kapolsek Penjaringan, AKBP Ruddi Setyawan membenarkan Senin (2/5) sekitar pukul 22.00 WIB, telah terjadi kerusuhan di kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Menurut Ruddi, satu anggota satuan polisi pamong praja menjadi korban pemukulan akibat insiden itu.
"Oh yang Pol PP kena pukul, Pol PP kena pukul dan sedang berobat dia sudah membuat laporan dengan kita (Polsek Penjaringan) kita sedang melakukan penyelidikan dulu," ucap Ruddi saat dihubungi merdeka.com, Selasa (3/5).
Ruddi mengatakan, anggota Satpol PP tersebut langsung membuat laporan usai dari rumah sakit. Anggota Satpol PP itu mengalami luka di bagian pelipis.
"Tadi malam sudah melapor dia (korban), tadi malam saya ada di rumah sakit juga, hanya kena di pelipisnya saja. Dia pulang bisa jalan juga kok dan langsung buat jalan," kata Ruddi.
Diketahui, insiden itu berawal saat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, menyambangi kawasan Luar Batang, Jakarta Utara. Warga yang menolak kehadiran Saefullah kemudian mengusirnya. Selain Saefullah, rombongan pemerintahan yang ikut serta juga sempat menjadi sasaran amukan warga yang kesal atas kunjungan tersebut.
"Kayaknya tadi malam kena keroyok (Lurah, Camat dan Sekcam). Satpol PP juga ada yang kena. Awalnya lagi ada rapat sekitar jam 21.00 WIB di kantor sekret Luar Batang itu untuk membahas kelanjutan revitalisasi. Tapi infonya tadi hasilnya enggak memuaskan kayanya," tutur Upi kepada awak media di Masjid Jami Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (3/5).
Dia pun melanjutkan, beberapa warga yang berada di luar sekretariat merasa tidak senang akan kehadiran Camat beserta rombongannya tersebut. Adu mulut dan saling pukul pun tak terhindarkan. Bahkan, salah seorang Satpol PP terluka parah hingga hingga dibawa ke RS Atmajaya.
Hingga saat ini, Camat Abdul Khalit serta lurah Penjaringan Suranta pun belum dapat memberi konfirmasi dengan awak media dikarenakan tidak menjawab telepon. Kericuhan itu buntut rencana pemerintan Provinsi DKI Jakarta, menggusur kawasan Luar Batang, Jakarta Utara.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan telah menyiapkan sejumlah hunian di Rusun Marunda, Rusun Rawa Bebek, dan Rusun Kapuk Muara untuk warga Pasar Ikan yang terkena dampak revitalisasi. Terdapat 4.929 jiwa atau 1.728 kepala keluarga (KK) yang mendiami kawasan RW 04 Pasar Ikan. Dan terdapat 893 bangunan yang bakal digusur, yakni 347 unit berupa kios, 225 hunian di RT 01, 58 hunian di RT 02, 168 hunian di RT 11, dan 95 hunian di RT 12.
No comments:
Post a Comment