Thursday, March 3, 2016

Kekesalan Lulung Cs akan Kinerja KPK dalam Kasus Sumber Waras

Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi yang belum menemukan indikasi korupsi terkait pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, memancing emosi sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, tertutama Wakil Ketua DPRD DKI Abraham "Lulung" Lunggana.

Lulung mengaku kecewa akan kinerja KPK dalam menindaklanjuti laporan DPRD terkait pengadaan sebagian lahan oleh Pemprov DKI Jakarta tersebut. (Baca: Apa Kabar Kasus Pembelian Lahan Sumber Waras?).

Pada Senin (29/2/2016), Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, belum ada bukti yang mengarah ke indikasi tindak pidana korupsi terkait pembelian lahan RS Sumber Waras.

Untuk itu, KPK tidak meningkatkan penanganan laporan ini ke tahap selanjutnya. 

"Selama ini kami belum naikkan (masih penyelidikan), karena belum ada yang mengarah ke tindak pidana korupsi, jadi belum ada ke arah sana," kata Basaria. 

Dia mengatakan, untuk meningkatkan suatu kasus ke tahap penyidikan, setidaknya diperlukan dua alat bukti yang cukup. 

Namun, hingga saat ini belum ada bukti yang cukup yang ditemukan penyidik. (Baca: KPK Belum Temukan Indikasi Korupsi dalam Kasus Sumber Waras).

Menurut dia, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menyebutkan adanya potensi kerugian daerah Rp 191 miliar dalam pembelian lahan tersebut, belum cukup untuk menjadi bukti bagi KPK.

Kata Lulung dan Taufik
Sementara itu, Lulung menilai pernyataan Basaria soal kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras tersebut merupakan pernyataan pribadi, bukan sikap KPK sebagai lembaga. 

Lulung pun menyayangkan sikap Basaria tersebut. Ia menyebut KPK belum membuka banyak hal terkait kasus itu.

"Siapa saja yang sudah dipanggil saja dia enggak terbuka, memang sih enggak boleh ya. Tetapi kalau dia menyampaikan bahwa enggak ditemukan (indikasi korupsi), itu seolah putusan KPK. Keputusan KPK kok hanya disampaikan Basaria Panjaitan saja?" kata Lulung saat dihubungi, Rabu (2/3/2016). 

Menurut Lulung, pernyataan Basaria tersebut bermuatan politis dan membingungkan masyarakat. (Baca: Lulung: KPK Jangan Bikin Masyarakat Jakarta Makin Bingung).

Saat Lulung datang ke KPK beberapa waktu lalu, dia mengaku diberi tahu bahwa kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. 

Memang, diakui Lulung, untuk meningkatkan penanganan kasus ke tahap penyidikan, KPK memerlukan alat bukti yang cukup.

Namun, kata dia, Basaria seharusnya menyampaikan kepada publik bahwa kasus ini masih diselidiki, alih-alih mengatakan belum ditemukannya indikasi korupsi. 

Senada dengan Lulung, Wakil Ketua DPRD Mohamad Taufik meragukan kebenaran berita yang mengutip pernyataan Basaria tersebut.

Dia ragu Basaria benar-benar mengatakan bahwa tidak ada indikasi korupsi dalam pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras. (Baca: Taufik Ragukan Keterangan KPK soal Kasus Sumber Waras).

Sebab, dia sudah mendengar sendiri penjelasan Basaria ketika mendatangi KPK beberapa hari lalu. 

Saat itu, Taufik, Lulung, dan sejumlah anggota DPRD DKI lainnya mendatangi KPK untuk menanyakan perkembangan pengusutan kasus Sumber Waras. 

"Saya khawatir berita itu merusak reputasi Basaria karena setahu saya, Basaria ngomong bahwa kasus ini masih jalan," ujar Taufik. 

Dia juga berpendapat, seharusnya Basaria tidak cepat menyimpulkan. Menurut dia, diperlukan waktu lama untuk menyimpulkan ada tidaknya indikasi korupsi terkait suatu laporan.

Taufik dan Lulung lantas bertekad untuk rutin mendatangi KPK, menanyakan perkembangan pengusutan kasus itu. Lulung mengatakan bahwa dia tidak ingin ada konspirasi. (Baca: Lulung Sebut Ada Konspirasi Kekuasaan soal Temuan KPK pada Kasus Sumber Waras).

Ahok santai 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi santai pernyataan KPK. 

Basuki pun yakin KPK akan bekerja profesional, termasuk dalam mengusut laporan DPRD terkait pembelian lahan RS Sumber Waras yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta tersebut. 

"Pasti penyidik akan cek, ada enggak niat jahat di dalam situ. Kedua, ada korupsi enggak? Kerugian negara enggak? Nah KPK akan kerja profesional," kata Basuki beberapa hari lalu. 

Pria yang dikenal dengan nama Ahok ini mengatakan akan mengikuti proses hukum yang berjalan. (Baca: Ahok: Saya Percaya KPK Kerja Profesional, Kenapa Takut?).

Dia menegaskan bahwa pembelian lahan RS Sumber Waras telah disepakati bersama DPRD DKI Jakarta dan dilakukan sesuai mekanisme.

Menurut Ahok, tidak ada indikasi korupsi dalam pembelian lahan untuk pembangunan rumah sakit kanker tersebut. 

"Saya mah santai saja, saya percaya KPK kerja profesional, kenapa takut? Berarti KPK profesional dan saya berterimakasih. Orang saya tidak pernah niat maling, niat saja kagak," kata Ahok.

No comments:

Post a Comment