Thursday, March 3, 2016

Cuma di Jakarta, got isinya rambu lalu lintas sampai kulit kabel

Cuma di Jakarta, got isinya rambu lalu lintas sampai kulit kabel
Gulungan kabel di saluran air Patung Kuda. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta tak mau kecolongan lagi saat musim hujan datang. Saban tahun Jakarta kebanjiran seolah menjadi tradisi.

Sejak jauh hari, sejumlah proyek dikerjakan dengan tujuan saat musim hujan tiba tak ada lagi ruas jalan yang tergenang atau permukiman warga yang kebanjiran. Namun nyatanya, Jakarta masih saja dikepung air saat curah hujan meningkat.

Banyak sebab yang membuat Jakarta belum bisa bebas banjir. Selain normalisasi kali yang belum rampung, saluran air yang mampet jadi kendala tersendiri.

Kerja pompa air tak ada artinya jika got atau saluran air penuh sampah. Sampah yang berserakan di got membuat air mampet dan tak bisa mengalir sempurna hingga akhirnya naik ke permukaan dan menimbulkan genangan.

Seperti genangan yang terjadi di Jalan Medan Merdeka Selatan beberapa waktu lalu. Akhir pekan lalu, kawasan itu tergenang air setelah hujan deras mengguyur Jakarta.

Kejadian itu dianggap aneh oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Sebabnya, gorong-gorong di wilayah itu dipastikan sudah bersih dan pompa air juga dalam keadaan optimal.

Merasa ada yang janggal, Ahok, sapaan Basuki, memerintahkan anak buahnya melakukan pengecekan. Dia kaget banyak gulungan kulit kabel yang teredam dalam lumpur di gorong-gorong.

"Siapa yang masukin kulit kabel listrik gitu banyak dalam got. Ini persis di samping sini Kantor ESDM, siapa yang iseng ini, ini bukan sisa kita lagi awasin," kata Ahok geram.

Sudah hari ke lima gulungan kulit kabel itu dibersihkan dari gorong-gorong. Lebih kurang 12 truk sudah mengangkut dan membuangnya di kawasan Bendung Hilir.

Namun belum diketahui bagaimana bisa kulit kabel itu berada di gorong-gorong. Apakah memang terbawa arus air atau ada yang sengaja memasukkannya. Yang jelas, polisi akan mengusut dari mana kulit kabel itu berasal.

"Nanti kita cek sampai ke situ juga," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian.

Hingga kini pihaknya masih dalam tahap proses penyelidikan. Kalau memang ada yang tak beres dengan keberadaan kabel tersebut, maka akan mengenakan pasal sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Kalau memang kabel ini sudah ada sejak lama, barang itu nggak diangkat, kemudian kenapa nggak diangkatnya? Karena malas? Atau karena apa? Nanti kita lihat unsur pidananya apa, apa berhubungan dengan masalah merusak lingkungan? Itu bisa saja," paparnya.

Hingga kini pihaknya masih dalam tahap proses penyelidikan. Kalau memang ada yang tak beres dengan keberadaan kabel tersebut, maka akan mengenakan pasal sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Kalau memang kabel ini sudah ada sejak lama, barang itu nggak diangkat, kemudian kenapa nggak diangkatnya? Karena malas? Atau karena apa? Nanti kita lihat unsur pidananya apa, apa berhubungan dengan masalah merusak lingkungan? Itu bisa saja," papar Tito.

Misteri isi gorong-gorong di Jakarta ternyata lebih dari sekadar kulit kabel. Sebab di kawasan Jl Fatmawati, petugas PPSU juga menemukan ban. Tak hanya itu, yang lebih parah juga ditemukan patahan pintu portal dan rambu lalu lintas.

"Yang di Fatwamati malah portal jalan sama ban," lanjut Ahok.

Bahkan di hari ke lima kemarin, pasukan oranye PPSU juga menemukan gerjaji hingga balok di saluran air. Entah bagaimana barang-barang dalam ukuran sedang itu bisa masuk ke gorong-gorong.

"Kita temukan gergaji, sisa-sisa tembaga dan lampu led (headlamp). Pacul kecil juga kita temukan, itu ditemukan di dalam air, gorong-gorong," kata staf Suku Dinas Tata Air DKI Jakarta Pusat, Yusuf Sumardani.

Dipastikan proses penelusuran gorong-gorong masih akan terus dilakukan. Sebab kulit kabel diyakini juga ada di tempat lain.

"Kita sisir ternyata tumpukan di sini (Medan Merdeka Selatan). Rencana masih fokus untuk di sini dulu, kita normalkan dulu di sini untuk atasi genangan air," jelasnya.

Temuan itu membuat Ahok sangat berterima kasih dengan kerja keras PPSU. Dia masih meminta petugas PPSU terus siaga karena musim hujan belum ada tanda-tanda akan berakhir.

"Sekarang gini ada PPSU enak ketemu banyak. Ya sudah enggak apa-apa ada PPSU dia telusurin. PPSU kerjanya gini sama PHL yang Tata Air," tegas Ahok.

No comments:

Post a Comment