Friday, March 4, 2016

Beda Jokowi dan Ahok Menyelesaikan Persoalan Gorong-gorong

Pekan ini, Gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama dibuat kesal dengan temuan gulungan bungkus kabel di gorong-gorong kawasan Medan Merdeka Selatan.

Tak tanggung-tanggung, 19 truk telah mengangkut bungkus kabel yang menghambat saluran air di gorong-gorong kawasan "ring satu" tersebut. (Baca: Lulung Sebut Masalah Sabotase Kulit Kabel Hanya Pencitraan Ahok).

Permasalahan gorong-gorong ini bukan pertama kali terjadi. Kata "gorong-gorong" mengingatkan kita akan aksi Joko Widodo ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

Presiden RI tersebut pernah menceburkan diri ke gorong-gorong Bundaran Hotel Indonesia ketika itu. 

Kompas.com pun sempat mengikuti aksi Jokowi masuk ke dalam gorong-gorong. Akhir Desember 2012, Jokowi masuk ke dalam gorong-gorong untuk memastikan apakah ukuran gorong-gorong di Jakarta sudah cukup untuk mengalirkan air. 

Hanya sekitar tiga menit, Jokowi melihat-lihat keadaan dalam tanah kawasan protokoler tersebut.

Tak ada pejabat yang menemaninya turun ke dalam gorong-gorong. (Baca: Lihat Onggokan Sampah, Jokowi Masuk Selokan).

Hasilnya, Jokowi baru mengetahui bahwa diameter gorong-gorong Bunderan HI hanya 60 sentimeter. 

"Bayangan saya, di bawah jalan-jalan di Jakarta gorong-gorongnya besar, bisa untuk sepakbola, tetapi kenyataannya cuma 60 sentimeter," kata Jokowi saat itu. 

Hanya saja, isu gorong-gorong tampaknya hanya menjadi isu sepekan. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta lebih memilih mengoptimalkan pompa serta mengawasi tanggul untuk menanggulangi banjir di Bunderan HI. 

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo pun hanya menyebut gorong-gorong Bunderan HI sudah dibangun sejak tahun 1970. 

Debit air tiap tahunnya semakin bertambah dan mengikis diameter gorong-gorong. 

"Tahun 70 intensitas hujannya kan tidak sebesar sekarang," kata Ery yang telah dipecat Jokowi tersebut.

Cara Ahok

Berbeda dengan Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak mengikuti langkah mantan partnernya itu untuk masuk ke dalam gorong-gorong.

Basuki memiliki cara sendiri dalam mengatasi permasalahan temuan bungkus kabel di gorong-gorong Medan Merdeka Selatan. (Baca: Ahok Tengarai Ada Pihak yang Sengaja Taruh Bungkus Kabel ke Gorong-gorong).

Ia menginstruksikan pekerja harian lepas (PHL) Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat mengecek seluruh saluran air di kawasan protokol. Ahok tak ingin kawasan ring satu kembali terendam banjir. 

Tak hanya itu, pasukan Katak dari Angkatan Laut juga dikerahkan membantu Pemprov DKI Jakarta menyusuri gorong-gorong sepanjang Jalan Medan Merdeka Utara. 

Namun, dari penyusuran pasukan Katak, hanya sampah dan sedimen yang ditemukan di sana. (Baca: Ini Foto-foto Pasukan Katak Susuri Gorong-gorong Seberang Istana).

"Ngapain gue masuk gorong-gorong? Sudah banyak yang masuk sana juga, buat apa gue masuk sana," kata Basuki ketika dikonfirmasi perihal ini. 

Dari kantornya di Balai Kota, Basuki memantau kerja anak-anak buahnya di lapangan.

Jika tak bekerja baik, tandatangan mautnya yang akan bekerja. Jabatan anak buahnya yang akan menjadi taruhan.

No comments:

Post a Comment