Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut seorang Direktur PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengundurkan diri. Dia adalah Agus Himawan Widianto yang pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jakpro.
"Satu (direktur) sudah ada yang mengundurkan diri, Pak Agus. Saya mau balikin dia ke Sarana Jaya (PD Pembangunan Sarana Jaya)," kata Basuki di Balai Kota, Rabu (13/1/2016).
Basuki mengatakan, Agus tidak sanggup kerja dengan sistem di PT Jakpro. Selain itu, kata Basuki, dia juga tidak menyanggupi untuk mengerjakan berbagai tugas infrastruktur yang diberikan, seperti rehabilitasi arena balap sepeda, velodrom, pembangunanlight rail transit (LRT), intermediate treatment facilities (ITF),ducting, dan lain-lain.
Agus menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jakpro sejak Februari 2015. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya periode 2013-2015.
PT Pulo Mas Jaya adalah anak usaha PT Jakpro yang mendapat tugas merehabilitasi kawasan velodrom Rawamangun dan pacuan kuda Pulomas.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tak mempermasalahkan jika penggunaan arena balap sepeda velodrom untuk kebutuhan Asian Games 2018 dialihkan ke Bandung, Jawa Barat.
Pasalnya, dia melanjutkan, hingga kini, PT Jakarta Propertindo yang ditunjuk untuk merehabilitasi kawasan velodrom di Rawamangun, Jakarta Timur, belum juga melakukan kegiatan.
"Oh (penggunaan velodrom) dilepas ke Bandung, aku sih enggak masalah. Mereka (PT Jakpro) ini terlalu lambat prosesnya," kata Basuki di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Rabu (13/1/2016).
Basuki mengatakan, ada beberapa pilihan untuk merehabilitasi kawasan velodrom. Pertama, rehabilitasi total dan bersifat permanen, yang dinilai tidak mungkin dilakukan karena keterbatasan waktu.
Kedua, rehabilitasi semipermanen, yang menurut Basuki juga tidak bisa dilakukan. Ketiga, rehabilitasi temporer (sementara), yang masih bisa dikejar. Hanya, rehabilitasi ini memerlukan dana anggaran yang banyak.
"Keluar duit banyak, tetapi (bangunan) hanya tahan 10 tahun. Ini soal harga diri bangsa, gengsi. Mau gimana lagi? Ya mau enggak mau dikerjain," kata Basuki.
Meski demikian, jika ada pihak yang mampu membangun arena balap sepeda secara permanen, Basuki tak mempermasalahkan pengalihan pekerjaan itu.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani sebelumnya menargetkan, pembangunan infrastruktur Asian Games 2018 rampung pada Juli tahun 2017.
Pembangunan wisma atlet akan dikerjakan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Rakyat serta PT Perumnas.
Sementara itu, belum ada titik temu untuk velodrom dan arena pacuan kuda.
"Alternatifnya, (penggunaan velodrom) akan di Jawa Barat," kata Puan.
"Satu (direktur) sudah ada yang mengundurkan diri, Pak Agus. Saya mau balikin dia ke Sarana Jaya (PD Pembangunan Sarana Jaya)," kata Basuki di Balai Kota, Rabu (13/1/2016).
Basuki mengatakan, Agus tidak sanggup kerja dengan sistem di PT Jakpro. Selain itu, kata Basuki, dia juga tidak menyanggupi untuk mengerjakan berbagai tugas infrastruktur yang diberikan, seperti rehabilitasi arena balap sepeda, velodrom, pembangunanlight rail transit (LRT), intermediate treatment facilities (ITF),ducting, dan lain-lain.
Agus menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jakpro sejak Februari 2015. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya periode 2013-2015.
PT Pulo Mas Jaya adalah anak usaha PT Jakpro yang mendapat tugas merehabilitasi kawasan velodrom Rawamangun dan pacuan kuda Pulomas.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tak mempermasalahkan jika penggunaan arena balap sepeda velodrom untuk kebutuhan Asian Games 2018 dialihkan ke Bandung, Jawa Barat.
Pasalnya, dia melanjutkan, hingga kini, PT Jakarta Propertindo yang ditunjuk untuk merehabilitasi kawasan velodrom di Rawamangun, Jakarta Timur, belum juga melakukan kegiatan.
"Oh (penggunaan velodrom) dilepas ke Bandung, aku sih enggak masalah. Mereka (PT Jakpro) ini terlalu lambat prosesnya," kata Basuki di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Rabu (13/1/2016).
Basuki mengatakan, ada beberapa pilihan untuk merehabilitasi kawasan velodrom. Pertama, rehabilitasi total dan bersifat permanen, yang dinilai tidak mungkin dilakukan karena keterbatasan waktu.
Kedua, rehabilitasi semipermanen, yang menurut Basuki juga tidak bisa dilakukan. Ketiga, rehabilitasi temporer (sementara), yang masih bisa dikejar. Hanya, rehabilitasi ini memerlukan dana anggaran yang banyak.
"Keluar duit banyak, tetapi (bangunan) hanya tahan 10 tahun. Ini soal harga diri bangsa, gengsi. Mau gimana lagi? Ya mau enggak mau dikerjain," kata Basuki.
Meski demikian, jika ada pihak yang mampu membangun arena balap sepeda secara permanen, Basuki tak mempermasalahkan pengalihan pekerjaan itu.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani sebelumnya menargetkan, pembangunan infrastruktur Asian Games 2018 rampung pada Juli tahun 2017.
Pembangunan wisma atlet akan dikerjakan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Rakyat serta PT Perumnas.
Sementara itu, belum ada titik temu untuk velodrom dan arena pacuan kuda.
"Alternatifnya, (penggunaan velodrom) akan di Jawa Barat," kata Puan.
No comments:
Post a Comment