Bocah Kelas 6 SD, T, yang diduga dipukuli oknum TNI dirawat di RS Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Satpam RS Prikasih, Bambang, tampak marah dengan suara meninggi saat wartawan meliput kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise ke T (12), bocah SD yang diduga dipukuli oknum TNI AL, Selasa (12/1/2016).
Bambang langsung masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk.
"Mas-mas, mohon maaf nih. Ini ruangan saya. Izin dulu dong," kata Bambang dengan suara meninggi di RS Prikasih, Jakarta Selatan, Selasa.
Mendengar ucapan tersebut, Yohana tampak kebingungan. Ia hanya diam. Salah seorang di dalam ruangan mengatakan bahwa ia sudah mendapatkan izin. Bahkan, untuk memastikan Bambang, orang tersebut mengatakan bahwa di dalam ruangan ada Yohana.
"Betul ini menteri, izin dulu dong. Kan tadi sudah dibilang," kata Bambang. (Baca: Dituduh Curi Burung, Bocah Kelas VI SD Diduga Dipukuli Oknum TNI AL)
Bambang dan awak media sempat kembali cekcok di dalam ruangan. Untuk membuat kondusif, wartawan memilih untuk keluar.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise akan melaporkan kasus dugaan penganiayaan oknum TNI AL terhadap T, bocah SD ke Presiden Joko Widodo.
"Pasti. Kalau ditanya Presiden saya laporkan," kata Yohana di RS Prikasih, Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2016).
Pelaporan tersebut sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pembantu presiden.
Yohana melanjutkan, sebagai representasi negara, ia harus hadir dalam kasus kekerasan terhadap anak.
Meskipun demikian ia belum belum mau berbicara banyak tentang kasus tersebut karena masih akan mengkajinya serta berkoodinasi dengan berbagai instansi terkait.
"Setelah saya kembali, nanti Menteri PPA dulu. Ada deputi perlindungan anak dan deputi tumbuh kembang anak. Nanti mereka berdua yang akan bertemu dengan saya dan kaji kasus ini," tegas Yohana.
Sebelumnya diberitakan, oknum anggota TNI AL diduga pukuli bocah SD di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (10/1/2016). T dituduh mencuri burung di Komplek TNI di Jakarta Selatan.
"Pasti. Kalau ditanya Presiden saya laporkan," kata Yohana di RS Prikasih, Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2016).
Pelaporan tersebut sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pembantu presiden.
Yohana melanjutkan, sebagai representasi negara, ia harus hadir dalam kasus kekerasan terhadap anak.
Meskipun demikian ia belum belum mau berbicara banyak tentang kasus tersebut karena masih akan mengkajinya serta berkoodinasi dengan berbagai instansi terkait.
"Setelah saya kembali, nanti Menteri PPA dulu. Ada deputi perlindungan anak dan deputi tumbuh kembang anak. Nanti mereka berdua yang akan bertemu dengan saya dan kaji kasus ini," tegas Yohana.
Sebelumnya diberitakan, oknum anggota TNI AL diduga pukuli bocah SD di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (10/1/2016). T dituduh mencuri burung di Komplek TNI di Jakarta Selatan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh T, bocah SD yang diduga dianiaya oknum TNI AL.
Tanda tersebut usai ia mengunjungi langsung bocah T di Rs Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2016).
"Kondisi ada tanda-tanda penganiayaan. Saya tidak bisa pastikan karena apa," kata Yohana di RS Prikasih tempat T dirawat, Selasa.
Kehadiran dirinya, lanjut Yohana, sebagai tugas negara. Ia akan segera berkoordinasi antar kementerian untuk kasus bocah T.
"Setiap anak dieksploitasi, pasti negara hadir. Saya hanya melakukan seperti biasa. Koordinasi antara kementerian dan lembaga," kata Yohana.
Oknum anggota TNI AL diduga pukuli bocah SD di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (10/1/2016). T dituduh mencuri burung di Komplek TNI di Jakarta Selatan.
No comments:
Post a Comment