Monday, July 21, 2014

Ahok tak sepakat Jokowi akan perpanjang cuti

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Joko Widodo (Jokowi ) berencana mengajukan cuti tambahan selama tiga hari setelah masa cuti sebelumnya akan habis pada 22 Juli 2014. Jokowisebelumnya mengajukan cuti karena maju sebagai calon presiden.

Perpanjangan cuti ini akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Namun, rencana Jokowi ini mendapat penolakan dari Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ). Dia mengatakan,Jokowi tidak bisa serta merta melakukan perpanjangan cuti.

Untuk selengkapnya, berikut ini petikan wawancara dengan Ahok di Balai Kota, Senin (21/7) soal rencana perpanjangan cuti Jokowi:

Jokowi akan perpanjang cuti?

Enggak bisa seperti itu. Putusannya, setelah ditetapkan ( KPU ), dia harus balik, baru ngajuin. Kalau beliau ngajuin saya jadi Plh. Yang perpanjang mesti presiden. Enggak bisa. Beliau harus lapor presiden. Jadi di dalam surat itu bilang, beliau diberhentikan sementara dariKPU menetapkan calon tetap sampai KPU menetapkan presiden.KPU kan dianggap sudah mengikat. Soal orang menggugat ke MK kan urusan MK bukan urusannya KPU . Nah berarti Pak Jokowistatusnya per tanggal 23 sudah menjadi gubernur kembali.

Nah kalau beliau mau cuti, beliau harus ajukan cuti per tanggal 23 ke Mendagri. Dalam UU kita, Pak Jokowi harus memberitahukan kepada presiden melalui Mendagri bahwa beliau sudah masuk kembali menjabat gubernur. Kalau enggak dianggap beliau itu lalai, tidak kerja. Sehingga tanggal 23 buat surat. Nah di hari itu, kalau Pak Jokowi mau cuti, beliau harus mengajukan surat permintaan izin cuti kepada Mendagri. Kalau itu diterima, beliau harus buat surat nunjuk saya sebagai PLH, bukan Plt lagi. Dan saya tidak bisa hadir memutuskan paripurna. Saya tidak boleh pimpin rapim, TPUT. Harus ada surat kuasa dari beliau per tanggal rapat. Kelemahannya di situ.

Jadi kalau pak Jokowi ngajuin cuti terus, misalnya, sampai pelantikan, bisa ada masalah hukum. Karena kan beliau harus mengajukan berhenti ke DPRD. Saya kira beliau mungkin lebih baik menunggu putusan MK. Baru ngajukan ke DPRD. Ya tentu saja, sampai menunggu Agustus ini beliau harus sering masuk, paripurna.

Bapak menyarankan agar Pak Jokowi tidak memperpanjang cuti?

Bukan nyaranin. Emang enggak bisa memperpanjang cuti secara UU. Karena non-aktif sampaiKPU menetapkan presiden terpilih. Jadi enggak ada peluang untuk Anda maksain saya mau perpanjang. Enggak bisa. Tetap harus masuk dulu. Masuk dulu, buat surat. Kalau beliau mau mundur diri, lebih cepat dari putusan MK. Itu kan risiko ada.

Berarti menurut Bapak, Pak Jokowi mengundurkan diri saja?

Jadi secara konstitusi Pak Jokowi harus masuk tanggal 23 (Juli 2014). Soal nanti urusan beliau cuti atau berhenti, beliau yang putuskan. Kesibukannya sampai di mana. Karena nanti, misalnyaKPU putuskan beliau jadi presiden, beliau kembali ke sini.

Waktu kemarin saja, UU mengatakan setelah KPU menetapkan capres tetap, baru beliau diberhentikan sementara, kalian tahu sendiri, Pak Jokowi sempat enggak ke sini ngantor terus. Waktu nunggu keputusan, malahan hadir ke Bu Mega, kampanye. Seremonial-seremonial. Nah di situ statusnya saya tetap wagub enggak bisa ngapa-ngapain. Tapi kalau beliau kampanye ngajuin cuti, saya Plh (pelaksana harian). Makanya sekarang beliau putuskan, ketika beliau balik sini tanggal 23, beliau kira-kira lebih tahu akan sibuk enggak? Kalau beliau sibuk susun kabinet, misalnya, tapi masih bisa hadir di rapat-rapat dan paripurna, ya enggak masalah. Hanya kalau beliau mau panjangin cuti itu, enggak cuti juga sebenarnya enggak masalah. Bisa Sabtu-Minggu.

Ini pertama kali dalam sejarah kita. Apakah Pak Jokowi baru berhenti setelah dilantik jadi presiden. MPR membuat surat mengangkat Jokowi jadi presiden, sekaligus memberhentikan dia dari gubernur. ENggak bisa. Dalam UU kita yang berhentikan gubernur itu adalah paripurna DPRD. Paripurna itu kalau diberhentikan kan mesti ada pengajuan. Berarti harus ada surat dari Pak Jokowi nyatakan dia mau mundur. Baru bisa diparipurnakan. Kalau menurut saya, beliau harus ajukan surat mundur. Kapannya saya enggak tahu. Apa di bulan September atau setelah putusan MK 20 Agustus. Itu lebih aman abis Agustus. Kalau September, terlalu mepet. Karena 20 Oktober pelantikan presiden.

Komunikasi dengan Pak Jokowi?

Sudah. Saya sudah suruh Pak Heru (Budi Hartono) ke sana. Untuk siapin suratnya. Tapi yang pasti beliau harus kembali tanggal 23. Saya enggak tahu Pak Heru nanti dapatnya seperti apa. Aku enggak sempet telepon juga, paripurna kan.

Status bapak sebagai wakil gubernur digantung?

Enggak juga. Plh karena cuti, bukan non-aktif lagi.

Berarti enggak bisa mecat?

Enggak bisa.

No comments:

Post a Comment