JAKARTA, KOMPAS.com — Artis dan sutradara Ringgo Agus Rahman menyuarakan isi hatinya untuk calon presiden Prabowo Subianto melalui sebuah surat. Ringgo menyatakan rasa terima kasihnya kepada Prabowo karena telah memberikan ujian kepada calon Presiden Joko Widodo.
Ringgo menganggap apa yang telah dilakukan ataupun diucapkan Prabowo kepada Jokowi sebagai suatu ujian untuk calon presiden pilihannya. Hal tersebut, tulis Ringgo, membuat para pendukung Jokowi mengerti arti kerja sama dan gotong royong melawan ujian tersebut.
Kendati demikian, ia mengaku tersentuh dengan perlakuan Prabowo terhadap Jokowi dalam berbagai kesempatan di debat kandidat beberapa waktu lalu. Salah satunya ketika Prabowo menyatakan setuju pada gagasan yang dilontarkan oleh Jokowi, meskipun sikapnya ditentang oleh tim pemenangannya.
Berikut isi surat Ringgo kepada Prabowo yang diunggahnya disuratuntukpakbowo.tumblr.com.
"Pak Bowo yang saya hormati, saya melihat ujian yang anda berikan kepada presiden saya adalah ujian yang terbaik untuk menjadikan presiden pilihan saya siap memimpin indonesia, ujian yang terbaik untuk kami pendukung bapak Joko Widodo mengerti arti kerja sama dan gotong royong memberikan perlawanan terhadap ujian bapak dan tentunya ujian terbaik untuk rakyat indonesia secara keseluruhan mengerti arti kata persatuan Indonesia. Terima kasih, Pak, anda sudah memberikan ujian yang paling hebat untuk presiden pilihan saya bapak Joko Widodo, Ujian yang paling luar biasa sebelum Presiden saya memimpin indonesia. Seumur hidup saya akan selalu mengingat pelukan bapak kepada Presiden pihan saya saat debat capres yang ke dua, saat anda setuju dengan jawabannya, dan seumur hidup pula saya akan mengingat Bapak adalah pemberi ujian yang terhebat kepada Indonesia. Hormat saya, Ringgo Agus Rahman."
“Pak Prabowo, Kemenangan Jokowi-JK Bukan Berarti Kekalahan Anda...”
JAKARTA, KOMPAS.com — Wartawan, sastrawan, dan penulis skenario drama televisi Leila S Chudori ikut menulis surat terbuka untuk calon presiden Prabowo Subianto dalam situshttp://suratuntukpakbowo.tumblr.com/.
Awalnya, salah satu sastrawan perempuan ini mengaku tersentuh dengan sportivitas Prabowo ketika mengakui kelebihan gagasan Joko Widodo (Jokowi) tentang ekonomi kreatif, dalam salah satu debat capres. (baca: Kala Prabowo Pilih Dukung Jokowi)
Namun, setelah pemilihan presiden 9 Juli lalu, perempuan yang sehari-hari bekerja untuk majalah Tempo ini menyiratkan kekecewaannya kepada capres nomor urut satu itu. Berikut ini isi surat Leila untuk Prabowo.
Pak Prabowo,
Ingatkah Anda di dalam salah satu debat Anda mengatakan “kali ini saya tak akan mendengarkan nasihat tim saya.”
Anda mengatakan tim Anda menyarankan tak boleh setuju dengan apapun yang dikatakan pak Jokowi. Tetapi saat itu Anda tak mengindahkan saran mereka. Anda turun dari podium, menghampiri Jokowi dan menyalaminya seraya mengatakan Anda setuju dengan konsep Ekonomi Kreatif yang diutarakannya.
Pak Prabowo, saat itu, saya tersentuh dan lantas menyimpulkan, Anda seorang yang sportif dan akan mengakui kelebihan lawan.
Tetapi tanggal 9 Juli mengatakan kenyataan yang lain.
Kali ini, saya meminta Anda untuk kembali tidak mendengarkan suara apapun di sekeliling Anda; untuk hanya mendengarkan suara hati Anda yang paling dalam: bahwa sesungguhnya enam lembaga yang menyatakan perolehan angka Jokowi-JK berada di atas perolehan angka Anda dan Hatta adalah sebuah hasil yang sah dan bisa dipercaya. Saya memohon Anda untuk menjenguk dan menyentuh hati yang paling dalam. Jangan diganggu suara lain; jangan terganggu suara bising; jangan biarkan hati Anda disentuh apapun barang seusapan.
Saya yakin, Anda, seperti kita semua sebetulnya tahu apa yang tengah terjadi. Saya yakin Anda akan melakukan yang terbaik sebagai negarawan dan patriot sejati; sebagai orang yang sangat mencintai Indonesia, yang tak ingin Indonesia terpecah belah. Saya percaya, Anda tak ingin masyarakat Indonesia gelisah berkepanjangan karena masalah kepemimpinan yang serba tak pasti dan terulur-ulur. Saya percaya anda cukup peka dan cerdas yang mengetahui fakta yang sesungguhnya.
Pak Prabowo, kemenangan Jokowi-JK bukan berarti kekalahan Anda. Kemenangan mereka adalah kemenangan kita semua, karena artinya Anda juga menjadi bagian yang mendirikan tiang demokrasi Indonesia. Kami semua menanti langkah damai dari Anda untuk menjadi seorang negarawan yang sportif yang sekali lagi menyatakan “kali ini saya tak akan mendengarkan tim saya. Saya akan mengakui Jokowi-JK yang akan memimpin negeri ini….”
Dan itu berarti Anda, tim Anda, kita semua, adalah pemenang dalam demokrasi Indonesia."
Leila S Chudori dikenal aktif menulis skenario drama televisi,Dunia Tanpa Koma. Terakhir, Leila menulis skenario film pendekDrupadi, sebuah tafsir dari kisah Mahabharata produksi Sinema Arts dan Miles Films.
No comments:
Post a Comment