Jakarta -Aksi jual masif terjadi di lantai bursa. Pelaku pasar yang awalnya lakukan aksi tunggu menjelang pengumuman hasil rekapitulasi hasil Pemilu Presiden (Pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini berubah jadi aksi jual.
Pasalnya, pelaku pasar merespons negatif langkah calon presiden (capres) nomor urut satu, Prabowo Subianto, yang menolak proses Pilpres 2014. Langkah prabowo tersebut menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Pelaku pasar yang sudah siap menyambut presiden baru Indonesia kini harus bertanya-tanya bagaimana akhir dari proses panjang Pemilu yang sudah dimulai sejak awal tahun ini.
Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/7/2014), pada pukul 14.30 waktu JATS tadi IHSG baru melemah 1,5%.
Hanya setengah jam berselang, hingga pukul 15.00 waktu JATS IHSG ambruk 90,783 poin (1,77%) ke level 5.0366,147. Sedangkan Indeks LQ45 terjun 17,087 poin (1,94%) ke level 864,377.
Koreksi IHSG ini masih berlanjut, karena saham-saham unggulan langsung jadi sasaran aksi jual. Aksi jual ini didominasi oleh investor dalam negeri.
Pasalnya, pelaku pasar merespons negatif langkah calon presiden (capres) nomor urut satu, Prabowo Subianto, yang menolak proses Pilpres 2014. Langkah prabowo tersebut menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Pelaku pasar yang sudah siap menyambut presiden baru Indonesia kini harus bertanya-tanya bagaimana akhir dari proses panjang Pemilu yang sudah dimulai sejak awal tahun ini.
Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/7/2014), pada pukul 14.30 waktu JATS tadi IHSG baru melemah 1,5%.
Hanya setengah jam berselang, hingga pukul 15.00 waktu JATS IHSG ambruk 90,783 poin (1,77%) ke level 5.0366,147. Sedangkan Indeks LQ45 terjun 17,087 poin (1,94%) ke level 864,377.
Koreksi IHSG ini masih berlanjut, karena saham-saham unggulan langsung jadi sasaran aksi jual. Aksi jual ini didominasi oleh investor dalam negeri.
No comments:
Post a Comment