Jakarta -Sebagian pelaku usaha terkejut dan khawatir terkait sikap Capres Nomor Urut 1 Prabowo Subianto yang menolak pelaksanaan Pilpres 2014.
Ketua Umum Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Stefanus Ridwan salah satu yang kaget. Ia menyebutkan pada saat proses kampanye Pilpres, Prabowo mengaku sudah menyatakan 15 kali menyatakan siap menang atau kalah.
"Dunia usaha tentu agak sedikit khawatir. Karena terkejut pernyataan itu. Prabowo katanya sudah 15 kali bilang menerima, tiba-tiba sekarang menolak. Itu kejutan, isu nyebar di mana-mana. Itu nggak ada apa-apa kan ternyata. Itu gamang lah," kata Stefanus kepada detikFinance, Selasa (22/7/2014).
Namun Stefanus tetap yakin tetap percaya Indonesia akan aman. Meskipun pada masa-masa akhir proses pilpres di KPU terjadi penolakan pelaksanaan Pilpres.
"Menurut saya nggak apa-apa. Yang penting KPU itu hasilnya, kalau dia (Prabowo) nggak terima ke MK," katanya.
Ia mengakui dampak pernyataan Prabowo membuat pasar saham menurun. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang berkantor di pusat kota sengaja memulangkan para karyawannya lebih cepat untuk mengantisipasi risiko terburuk.
"Sikap ini mengejutkan, di kantor banyak pulang karena itu, takut ada apa-apa. Isu ini ramai padahal nggak ada apa-apa. Itu aman, Prabowo itu bukan orang luar, bukan musuh," katanya.
(hen/hds)
Ketua Umum Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Stefanus Ridwan salah satu yang kaget. Ia menyebutkan pada saat proses kampanye Pilpres, Prabowo mengaku sudah menyatakan 15 kali menyatakan siap menang atau kalah.
"Dunia usaha tentu agak sedikit khawatir. Karena terkejut pernyataan itu. Prabowo katanya sudah 15 kali bilang menerima, tiba-tiba sekarang menolak. Itu kejutan, isu nyebar di mana-mana. Itu nggak ada apa-apa kan ternyata. Itu gamang lah," kata Stefanus kepada detikFinance, Selasa (22/7/2014).
Namun Stefanus tetap yakin tetap percaya Indonesia akan aman. Meskipun pada masa-masa akhir proses pilpres di KPU terjadi penolakan pelaksanaan Pilpres.
"Menurut saya nggak apa-apa. Yang penting KPU itu hasilnya, kalau dia (Prabowo) nggak terima ke MK," katanya.
Ia mengakui dampak pernyataan Prabowo membuat pasar saham menurun. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang berkantor di pusat kota sengaja memulangkan para karyawannya lebih cepat untuk mengantisipasi risiko terburuk.
"Sikap ini mengejutkan, di kantor banyak pulang karena itu, takut ada apa-apa. Isu ini ramai padahal nggak ada apa-apa. Itu aman, Prabowo itu bukan orang luar, bukan musuh," katanya.
No comments:
Post a Comment