Pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2004 lalu menurut dia cukup banyak organisasi-organisasi di luar partai yang bergerak menjadi relawan capres. Kondisi ini kemudian berulang pada pilpres 2014 saat Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi capres-cawapres.
Pada pilpres kali tahun ini banyak orang dari luar partai yang menjadi relawan pemenangan untuk kubu Jokowi-JK. Bahkan sejumlah artis papan atas, seperti Slank menggelar konser pemenangan untuk Jokowi-JK di Gelora Bung Karno pada Sabtu (5/7/2014) lalu.
Munculnya relawan dari luar partai inilah yang menurut Qodari menjadi kunci kemenangan capres-cawapres. "Kunci yang menarik di pilpres 2004 dan 2014 adalah calon yang bisa meraih simpati voulenteerism itu bisa menang," kata Qodari.
Pada pilpres 2004 lalu yang berlangsung dua putaran, SBY mengalahkan presiden inkumben Megawati Soekarnoputri. SBY kembali menang telak di pilpres 2009 dengan memperoleh 60,8% suara. Dia mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto.
Persentase kemenangan SBY di pilpres 2009 yang mencapai 60,8 persen kini dibandingkan dengan keunggulan Jokowi pada pilpres tahun ini. Dalam hasil hitung sejumlah lembaga survei Jokowi-JK disebut menang dengan perolehan suara mencapai 52 persen.
Namun menurut Qodari kemenangan Jokowi di pilpres 2014 ini tak bisa dibandingkan dengan keunggulan SBY di pilpres 2009. Pasalnya saat itu SBY adalah presiden inkumben. "Inkumben itu punya sumber dana," kata Qodari.
No comments:
Post a Comment