Wednesday, July 16, 2014

Jokowi: Saya Tidak Bisa Beri Apa-apa Selain Terima Kasih

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten di Kota Serang, Banten, Rabu (16/7/2014). Menurut hasil hitung cepat Kompas pada Pemilu Presiden 2014, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla unggul dengan perolehan suara 52,34 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden Joko Widodo bertemu sejumlah relawan di Taman Sari, Serang, Banten, Rabu (16/7/2014) sore. Dia mengucapkan terima kasih atas kerja relawan dalam Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014.
"Dari lubuk hati saya yang terdalam, saya ingin ucapkan terima kasih kepada relawan yang telah bekerja siang, malam, subuh di 9 Juli. Saya dan Pak JK ndak bisa memberikan apa-apa kecuali terima kasih yang besar," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, hasil penghitungan suara oleh relawan tidak berbeda jauh dari hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Oleh karena itu, ia yakin hasil real count oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014 tidak berbeda jauh dari hitung cepat tersebut.
Jokowi bertekad, jika ada satu suara yang dimanipulasi, maka akan terus diperjuangkan agar hasilnya benar. Jika perlu hingga ke ranah hukum. Jokowi mencontohkan dugaan kecurangan di Malaysia dan Madura. Di Malaysia, ada dugaan penggelembungan suara yang menguntungkan satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Adapun di Madura, pasangan Jokowi-JK tidak mendapat satu pun suara di sekitar 17 tempat pemungutan suara. Jokowi menilai hal itu janggal karena di tempat itu terdapat infrastruktur partai pengusung dan relawan.
"Saya mohon doa dari kiai, ulama, semuanya. Semoga pada 22 Juli nanti hasilnya tidak ada perubahan," kata Jokowi.

No comments:

Post a Comment