Tuesday, July 22, 2014

Di Depan Kantor Ahok, "Water Canon" Juga Disiagakan

TRIBUNNEWS/HERUDINPolisi berjaga di Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat lengkap dengan mobil water canon untuk menyekat massa yang akan mendekat ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (22/7/2014). Kepolisian menurunkan 3.421 personel dengan 25 personel pengamanan dalam KPU, 54 personel bantuan Pemda DKI untuk mengantisipasi gangguan keamanan di sekitar KPU saat pengumuman hasil pilpres.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamanan di berbagai objek vital di Jakarta diperketat seiring dengan hasil rekapitulasi suara Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (22/7/2014) sore ini. Salah satunya adalah Balaikota Jakarta, tempat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkantor. 

Satu unit water canon dan kendaraan taktis armor terlihat bersiaga di halaman Balaikota. Ratusan personel kepolisian lengkap dengan persenjataannya juga tampak berjaga di area Balaikota.

Komandan Pleton (Danton), Ipda Triharso, mengatakan pengamanan berasal dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, serta satuan Mabes Polri. 

"Dari personel Mabes Polri, ada sekitar 1 SSK (100 personel), Polda ada 2 Pleton (satu pleton 30-50 orang)," kata Tri, kepada wartawan, di Balaikota Jakarta. 

Pengamanan itu juga dilengkapi oleh ratusan personel Satpol PP. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengatakan, sebanyak 400 personel disiagakan di Balaikota. 

Kemudian, pengamanan di KPU sebanyak 150 personel, Bawaslu dan Bunderan Hotel Indonesia (HI) masing-masing sebanyak 50 personel. 

Selain Balaikota, ratusan personel itu turut mengamankan Istana Wapres yang letaknya bersebelahan dengan kantor Gubernur DKI. 

"Intinya kita dinamis, kalau sewaktu-waktu diminta kepolisian bergeser, ya geser. Yang jelas kita menjaga objek vital yang selama ini dijaga oleh Satpol PP," kata Kukuh.

No comments:

Post a Comment