Monday, May 9, 2016

Mau digusur Ahok, anak kampung Leuser menangis surati Jokowi

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengunjungi Kampung Leuser, Hang Jebat, RT 08 RW 08, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rencananya, kampung tersebut bakal digusur oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dalam kunjungannya, KPAI diwakili oleh Komisioner Bidang Sosial Maria Ulfa Anshor. Maria melakukan tanya jawab kepada anak-anak yang sedang berkumpul di lapangan.

"Kami ketakutan di sini karena adanya polisi dan tentara. Kami jadi tidak ingin bermain," kata salah satu anak, Nesya saat di lokasi, Senin (9/5).

Sementara itu, suasana sempat hening ketika bocah bernama Anisyah Wulandari, siswi kelas III SMPN 11 Jakarta menangis di pelukan Maria Ulfa. Lalu Anisyah menitipkan surat untuk Presiden Joko Widodo. Berikut kutipan surat tersebut:

Kepada yth bpk Presiden ir Joko Widodo
Di
Tempat
Dengan hormat,
Pertama-tama izinkan saya memperkenalkan diri saya, orang tua saya memberkan nama saya Anisyah yang berarti wanita dan mereka berharap saya akan menjadi anak yang membanggakan. Saya lahir pada tanggal 24 bulan Juni tahun 2001 dan tinggal di jl leuser RT 08 RW 08 kelurahan Gunung, kecamatan kebayoran baru jakarta selatan, sekarang saya sekolah di SMP Negeri II Jakarta dan saat ini bersiap menghadapi ujian nasional. Pak Presiden melalui surat ini saya ingin menyampaikan kepada bapak bahwa saya adalah salah satu anak Indonesia yang begitu mengagumi kesederhanaan bapak, masih ingat ketika saya merengek kepada orang tua saya kalau saya minta dibelikan batik kotak-kotak,he..he.. Maklum pak saya begitu mengagumi bapak.

Bapak presiden Jokowi, saya ingin bercerita melalui surat ini sudi kiranya bapak membaca surat saya pak, saya hanya seorang anak dari keluarga yang sangat sederhana, yang saat ini terancam akan kehilangan tempat tinggal. Saya sedih, takut karena setiap karena setiap hari harus mendengar suara sirine dari satpol pp dan polisi bahkan tentara lewat di depan rumah saya. Pak, saya marah karena saya hanya bisa menonton semua itu, dan akhirnya, air mata sayalah yang menetes.

Pak presiden Jokowi yang saya cintai dan selalu menjadi idola saya, saya selalu bertanya, kenapa rumah saya digusur??? Kenapa semua harus ribut??? Kenapa pak, kenapa???

Pak Jokowi saya mau menempuh ujian nasional sebentar lagi, untuk mencapai cita-cita saya. Saya ingin menjadi dokter kelak nanti saya sudah besar pak, mohon doa dan restunya ya pak.

Pak Jokowi saya hanya mampu menulis surat ini, berharap sebuah keajaiban dan kearifan bapak sebagai presiden untuk menghentikan penggusuran rumah saya pak, hanya bapaklah yang harapan saya, harapan dari seorang anak terhadap idolanya, harapan seorang anak yang ingin mewujudkan cita-citanya, sekali lagi pak presiden tolong hentikan penggusuran yang akan menimpa rumah saya, karena di rumah itu saya akan berusaha menggapai cita-cita saya menjadi seorang dokter sebagai wujud bakti saya kepada orang tua saya.

Pak Jokowi, mungkin itu saja yang akan saya sampaikan, semoga tuhan selalu memberikan perlindungan kepada bapak, terima kasih atas waktu bapak berkenan membaca surat ini.

Dari anak Indonesia yang mengagumi bapak.

Jakarta, 2 Mei 2016

Ttd
(Anisya)

No comments:

Post a Comment