Thursday, November 19, 2015

DPRD Bakal Sahkan Prioritas Anggaran, Ahok Lembur Bareng Pejabat DKI

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bakal kerja lembur hingga hari Minggu (22/11/2015) mendatang.
Kerja lembur bersama pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI untuk memangkas anggaran-anggaran yang bukan skala prioritas. 
"Ini anggaran harus saya pelototin, tadi malam saja (rapat) sampai jam 12 (dini hari) lewat, seharian kemarin," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (19/11/2015). 
Menurut Basuki, pemeriksaan anggaran secara detail ini tidak lagi dilakukan olehnya. Seharusnya, lanjut dia, pimpinan SKPD sudah bisa mengontrol anggaran mereka.
Selain itu, masih banyak SKPD yang tidak memasukkan pembahasan ke dalam e-budgeting. Mereka menyusun anggaran menggunakan Microsoft Excel.
"Ini bisa lembur terus sampai Minggu, karena ketok palu KUA-PPAS itu hari Senin (23/11/2015)," kata Basuki. 
Basuki mencontohkan rancangan anggaran Dinas Tata Air DKI. Menurut Basuki, mereka masih berencana mengalokasi anggaran pemeliharaan oleh pihak swasta.
Padahal, Basuki menginstruksikan untuk swakelola dan pembelian alat berat.
"Saya pikir ya ke depan ini harus berani, pakai konsep main bola saya bilang. Kalau pemain enggak mau lari, masa pemain ngegolin ke gawang sendiri? Kalau ada pemain ngegolin ke gawang sendiri, ya harus kami ganti," kata Basuki.
Kemarin malam, Basuki menyelenggarakan rapat tertutup dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI. Hasilnya, banyak rancangan anggaran yang dipangkas. Seperti anggaran penyelenggaraan event seni dan festival.
Kamis ini, Basuki memanggil Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Hingga pukul 21.00, rapat yang sudah digelar sejak pagi hari belum juga usai.

Wednesday, November 11, 2015

Ahok: Kalau Jakarta Utara Banjir Tak akan Lebih dari Sehari

Sejumlah wilayah di Jakarta diperkirakan masih akan dilanda banjir saat musim penghujan tahun ini. Salah satunya adalah wilayah Jakarta Utara. 

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun membangun dinding turap (sheet pile) agar banjir tak melanda wilayah Jakarta Utara. Namun nampaknya pembangunan dinding turap tak akan selesai tahun ini, sehingga daerah Jakarta Utara kemungkinan masih bisa dilanda banjir. 

Namun, kata Ahok, banjir di wilayah Jakarta Utara maksimal 6 jam alias tak akan lebih dari satu hari seperti tahun-tahun sebelumnya. Syaratnya semua pompa di Waduk Pluit dan Pasar Ikan berfungsi dengan baik.  

"Jadi seluruh tembok utara baru selesai 2017 karena kita terkendala dengan geser orang. Kebanyakan diduduki orang di tepi laut. Tapi kalau itu belum selesai, banjir kita. Kalau tidak ada masalah pompa dan (genangan air) tidak akan lebih dari sehari," terang Ahok.

Ahok menyebut estimasi waktu surutnya genangan di kawasan utara Jakarta memakan waktu 6 jam. Selama pompa di Waduk Pluit dan Pasar Ikan beroperasi secara optimal dan kondisi air laut sedang tidak pasang.

"Kenapa enggak lebih dari sehari? Karena pasang kan enam jam kalau dia turun pasti surut. Kecuali lagi dia pasang, hujannya tiga hari tiga malam. Nah, itu mau enggak mau jadi mangkok kita," kata dia.

"Jadi mangkok, kita khawatir ada beberapa pompa yang terendam. Nah, kita doa saja kalau hujan enggak tiga hari tiga malam," pungkasnya.

Wow! Lautan Sampah di Kali Utan Kayu Lenyap, Ini Penampakannya

Wow! Lautan Sampah di Kali Utan Kayu Lenyap, Ini Penampakannya

Kemarin Kali Utan Kayu dipenuhi lautan sampah. Namun hari ini, lautan sampah rumah tangga tersebut hilang setelah dibersihkan.

detikcom berkunjung ke Pintu Air Honda I di Kali Utan Kayu, di belakang ITC Cempaka Mas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015) pukul 12.00 WIB. Lautan sampah yang kemarin memenuhi kali ini sudah tak terlihat. Beberapa petugas masih tampak membersihkan sisa-sisa sampah.
Sungai tampak jauh lebih bersih (Herianto/detikcom)
Sejak pagi tadi, puluhan petugas dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta Kecamatan Kemayoran terlihat bahu-membahu membersihkan sampah. Sampah-sampah itu diserok, dimasukkan ke truk maupun mobil bak terbuka untuk dibuang.
Lautan sampah dari sungai ini sudah diangkut petugas (Herianto/detikcom)
Kali itu kini tampak jauh lebih baik dan indah dipandang. Tak ada lagi sampah-sampah rumah tangga seperti plastik dan botol minuman.
Foto saat petugas bahu membahu membersihkan kali (Herianto/detikcom)
"Kali ini bisa kita bersihkan pukul 12.00 WIB tadi. Mulai kerja  dari pukul 07.00 pagi dengan jumlah pekerja sekitar 20 orang dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta Kecamatan Kemayoran. Sampah-sampah diserok dan dimuat ke atas armada berupa truk dan mobil kecil," jelas Asisten Pengawas Kebersihan Kali Kecamatan Kemayoran Efron Sidjabat saat diwawancarai di lokasi.
Begini penampakan sampah di Kali Utan Kayu sehari sebelumnya atau Senin 9/11/2015 (Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom)
"Pembersihan sampai sekarang masih berlanjut, tinggal sisa-sisa (sampah) di sekatan saja," sambungnya.

Efron mengatakan, pihaknya akan tetap memantau dan membersihkan kali tersebut agar tak jadi sumber masalah di musim hujan. Dia juga mengimbau agar masyarakat meninggalkan perilaku buruk membuang sampah ke kali.

"Bukan hanya Kali Utan Kayu ini, setiap hari semua sungai di Jakarta dibersihkan," imbuh Efron. 

Meski hujan baru mengguyur beberapa kali, namun tidak sedikit sampah berceceran di sungai-sungai. Menanggapi itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut sebagian sampah itu merupakan kiriman hulu.

"Mau nggak mau karena kiriman. Makanya saya sudah bilang, kalau musim hujan, mau enggak mau, mesti tungguin alat berat," ujar Ahok di Lapangan Eks IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).

Ahok menyebut dirinya beberapa kali telah meminta Dinas Kebersihan DKI untuk segera membeli alat berat yang bisa digunakan bagi pengerukan sungai. Sebab sedikit ada masalah di sungai, maka rentan terjadi penumpukan sampah.

Belum lagi ditambah aksi pengadangan truk sampah DKI ke TPST Bantargebang yang menambah gunungan jumlah sampah. "Sampah yang kemarin kan butuh seminggu, ini gara-gara dia setop (pengiriman ke TPST Bantargebang). Bau, ditambah yang hujan tambahan, kita volume truknya nggak cukup," terangnya.

"Sebenarnya kalau nggak terjadi penahanan truk masuk Bekasi kemarin, kita tuh nggak ada masalah. Sebab truk kita relatif sudah ditungguin, termasuk alat berat sudah cukup," kata Ahok.

Ahok pun berniat menambah jumlah armada truk sampah DKI tahun depan. Hal ini untuk memperlancar pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.

"Kita sampai akhir tahun akan tambah lagi. Jadi tahun depan total semua truk akan kita cukupin," sambungnya.

Perihal tawaran lahan untuk pembangunan TPST dari Kabupaten Bogor, Ahok mengatakan pihaknya dengan senang hati membuka tangan. Sebab pihaknya juga selama ini bermitra dengan baik dengan Pemkab Bogor.

"Lagi dibicarakan, intinya kita pasti setuju. Kan ada perjanjian mitra praja utama, berarti kita bisa langsung memberikan bantuan langsung pada Kabupaten Bogor," tutup Ahok.

Mengintip Gebrakan 'Pasukan Kilat' Ahok Siaga Banjir

 Bencana banjir masih mengancam Jakarta di musim penghujan. Dibutuhkan gerak cepat bagai kilat menanggulanginya.

Sejumlah penanggulangan banjir telah dikebut Ahok. Banjir tahun ini diharapkan menggenangi Jakarta tidak lebih dari satu hari.
Ahok dan anak buahnya serta Polda Metro Jaya bahu membahu menghadapi banjir.

Ahok telah melakukan gebrakan mulai dari membangun dinding turap, penyediaan pompa dan alat berat pengangkut sampah. Sementara Polda Metro Jaya telah membentuk satgas banjir yang rela pagi hingga malam hari. Tidak hanya itu, Polda Metro Jaya menyiapkan personel akan mengurai kemacetan, khususnya di lokasi yang terdampak banjir.

Mengintip Gebrakan Pasukan Kilat Ahok Siaga Banjir

Ahok membangun dinding turap (sheet pile) agar banjir tak melanda wilayah Jakarta Utara. Ditargetkan pembangunan turap tersebut akan selesai pada 2017.

Namun, kata Ahok, banjir di wilayah Jakarta Utara maksimal 6 jam alias tak akan lebih dari satu hari seperti tahun-tahun sebelumnya. Syaratnya semua pompa di Waduk Pluit dan Pasar Ikan berfungsi dengan baik. 

Ahok juga mengaku akan menyiagakan alat berat untuk mengangkut sampah di waduk dan sungai. "Kita sudah pengalaman sekarang. Makanya sekarang yang untuk waduk-waduk kita sudah tungguin alat berat, dipasang. Jadi enggak mungkin lagi volume air kesumbat oleh sampah," pungkasnya

Selain itu, ada gerakan pengerukan sungai dan mengecek fungsi pompa-pompa air. Pompa-pompa air ini masing-masing memiliki kapasitas sekitar 500-1.000 meter air per detik dan yang terkecil 250 meter per detik  untuk mengalirkan air. Pompa-pompa yang rusak segera diperbaiki.
Mengintip Gebrakan Pasukan Kilat Ahok Siaga Banjir

Insiden pohon tumbang sering terjadi saat Ibu Kota dilanda hujan. Ke depan, Ahok ingin pohon-pohon tua ditandai untuk di-trim (tebang). 

"Kami sudah antisipasi taruh petugas. Kalau sekarang mau ga mau kita hanya taruh satgas tungguin. Kalau ada pohon tumbang kita cepat sekali (penanganannya)," kata Ahok di Lapangan Eks IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).

"Memang jangka panjang mesti kita tandain pohon mana yang perlu di-trim. Saya sudah minta Smart City untuk menyelidiki," lanjutnya.

Mengintip Gebrakan Pasukan Kilat Ahok Siaga Banjir

Urusan macet di  lokasi terdampak banjir di Jakarta menjadi tanggung jawab jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Sedikitnya 200 personel siap mengantisipasinya.

"Kita siapkan 200 personel yang akan siaga saat banjir. Jadi memang kita akan selalu stand by di lokasi yang rawan banjir," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Valentino Tatareda kepada wartawan usai apel pasukan di Lapangan Lantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Selain menyiapkan personel, Ditlantas Polda Metro Jaya juga menyiapkan 20 mobil ranger dan motor. Kendaraan tersebut akan mobile ke titik rawan banjir."Kendaraan juga kita siapkan untuk evakuasi darurat jika ada korban banjir," katanya.

Petugas juga dibekali 'senjata' berupa gergaji mesin, pompa dan ban karet sebagai pelampung untuk mengantisipasi pohon tumbang hingga genangan air.



Akhirnya, JPO Halte TransJ Polda yang Tanahnya Ambles Ditutup

 Tanah dekat JPO Halte TransJ Polda Metro Jaya sejak beberapa hari lalu ambles dan membuat lubang besar. Setelah terkesan didiamkan beberapa hari, akhirnya akses masuk ke JPO ini ditutup.

"Ditutup pagi tadi, pukul 8 kurang," kata Sarwono, tukang ojek yang biasa nongkrong di sekitar lokasi, Rabu (11/11/2015).

Pantauan detikcom, tepat di pintu masuk itu ditutup dengan sebuah besi. Termasuk juga sebuah rambu yang ditempel sebagai tambahan agar siapa pun tidak bisa melintas lagi.

"Mohon maaf, JPO sisi barat ditutup," bunyi pengumuman yang ditempel di dekat pintu masuk.

Halte TransJ Polda Metro sendiri tidak terganggu aktivitasnya. Hanya saja, penutupan ini membuat para pejalan kaki terpaksa naik dari sisi timur atau seberang Polda Metro.

"Untuk JPO Polda Metro Jaya mulai pagi ini yang sisi barat (depan Hotel Sultan) ditutup Dishubtrans DKI. Seluruh aktivitas penyeberangan dilakukan melalui sisi timur (Polda Metro Jaya). Tapi halte busway Polda Metro tetap berfungsi," kata Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih dalam kesempatan terpisah.

Menurut kesaksian tukang ojek yang biasa ngetem di sekitar jembatan, tanah ambles sudah mulai terlihat sejak bulan lalu. Namun mencapai puncaknya saat hujan deras pada Sabtu (7/11) malam. 

Satu Bor Rusak, Proyek Sodetan Kali Ciliwung Baru Bisa Rampung 2017

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menargetkan proyek sodetan Kali Ciliwung baru bisa rampung tahun depan. Pasalnya, salah satu dari dua bor yang digunakan mengalami kerusakan.

"Selesainya 2017. Kendalanya kan memang kerjanya enggak bisa dua bor langsung. Kita kan datangin dua bor, harusnya Bidara Cina sudah enggak masalah dan sudah ketemu nih (kedua mata bor itu). Tapi kan sekarang cuma satu bor," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).

"Jalan terus sih, enggak ada hambatan. Cuma masalahnya satu mesin enggak kerja," lanjutnya. Seharusnya proyek itu bisa lebih cepat diselesaikan jika satu dari dua bor tersebut tak mengalami kerusakan.

Ahok pun menyebut kawasan sekitar proyek sodetan besar kemungkinan bisa tergenang banjir. Sebab belum dapat menampung debit air secara maksimal.

"Belum bisa (antisipasi banjir) soalnya masih belum bisa menolong debit air," tutup Ahok.