BEKASI, KOMPAS.com — Ibnu Yusuf, seorang tukang nasi goreng, bangga dan mendukung Joko Widodo menjadi calon presiden. Sebagai bentuk dukungannya kepada bakal capres dari PDI Perjuangan itu, dia berkeliling Indonesia dengan sepeda motornya.
Ibnu merupakan relawan PDI-P Bekasi. Dia mengaku tidak mendapatkan bantuan dana dari DPC PDI-P Kota Bekasi. Namun, dengan uang yang ada, dia tetap memulai perjalanan keliling Indonesia.
"Saya sempat mengajukan proposal melalui DPC Kota Bekasi dan DPP Pusat. Namun, dana partai sudah dialokasikan untuk hal lain. Mesti bagaimana lagi, ketentuan dari partai memang seperti itu. Saya ikhlas kok melakukan ini demi Jokowi," ujar Ibnu ketika dihubungi pada Kamis (22/5/2014).
Menurut Ibnu, dia hanya ingin mengikuti Jokowi yang sukablusukan dan merupak sosok yang sederhana. "Jokowi blusukan, saya keliling Indonesia, Jokowi orangnya sederhana, saya hanya berbekal tekad melakukan touring ini tanpa fasilitas memadai. Saya hanya ingin membuktikan bahwa rakyatlah pemilik republik ini," ujarnya.
Sekretaris DPC PDI-P Bekasi, Tumai, mengatakan sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan Ibnu. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan DPP PDI-P Pusat mengenai hal ini. Namun, karena banyaknya program yang harus dilakukan, partai belum dapat membantu secara finansial. Partai hanya memberi dukungan moril dan juga membantu perjalanan Ibnu melalui DPP dan DPC yang akan didatangi Ibnu di seluruh Indonesia.
"Ini adalah hal yang menyentuh dan mendapat apresiasi dari PDI-P secara menyeluruh. Meski tidak secara finansial, kami berikan surat keterangan jalan yang nantinya dapat digunakan Ibnu selama dalam perjalanan dengan mengunjungi DPC ataupun DPP yang dilewati," ujar Tumai.
Ibnu memulai perjalanannya sejak Minggu (18/5/2014). Dia akan menjelajah 36 provinsi di Indonesia dan mengunjungi kantor DPP PDI-P di tiap provinsi.
Rutenya, setelah melewati Jakarta, Ibnu menuju Sumatera hingga Aceh. Dengan menggunakan jalur laut, Ibnu kemudian akan menuju Bangka dan melanjutkan perjalanan ke Kalimantan.
Setelah Kalimantan, barulah Ibnu menjelajah Sulawesi, Irian Jaya, Papua, Nusa Tenggara, Bali, kembali lagi ke Pulau Jawa. Setelah itu, dia akan kembali ke kantor DPP PDI-P Pusat di Jakarta.
Saat ini, dia mengaku berada di Palembang. Targetnya, seluruh perjalanan ini akan ditempuh dalam waktu 60 hari, dengan 46 hari melalui jalur darat dan 14 hari jalur laut.
Dalam perjalanan, Ibnu akan membagikan selebaran yang meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut mendukung Jokowi. Untuk menyelesaikan perjalanannya, Ibnu pun meminta doa kepada seluruh masyarakat Indonesia.
"Saya mohon doanya, semoga saya bisa selamat sampai ke rumah dan berhasil mengusung Jokowi menjadi presiden Indonesia selanjutnya," ujarnya.
My Blog List
Thursday, May 22, 2014
Basuki Instruksikan Jakpro Bangun SPBG Sebanyak-banyaknya
Instruksi itu juga berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Transjakarta. “Walaupun minoritas, PT Jakpro memiliki saham. Dia harus buat sebanyak mungkin SPBG,” kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Sekadar informasi, 99,35 persen saham PT Transjakarta merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. Kemudian sisanya merupakan saham kepemilikan PT Jakpro. Basuki meminta PT Jakpro untuk membangun SPBG di setiap pul transjakarta. Dengan demikian, bus transjakarta tidak kesulitan lagi dalam mengisi BBG. Idealnya, jumlah SPBG di Jakarta mencapai 40 titik.
Namun, saat ini Jakarta baru memiliki delapan SPBG. Dua unit terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat. Ada pula SPBG di Jalan Pemuda Jakarta Timur, Pasar Minggu, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pinangranti, dan Jalan Raya Bogor.
“Minimal mereka bisa bangun 20 SPBG juga sudah bagus sekali,” kata Basuki.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengecek berapa jumlah kebutuhan SPBG. Dalam satu bulan ke depan, PT Jakpro akan menyelesaikan berbagai koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, delapan bulan ke depan, SPBG di Jakarta bertambah. Sebab, membangun sebuah SPBG membutuhkan waktu selama tujuh bulan.
Dalam pembangunan SPBG ini, Jakpro juga akan berkoordinasi dengan Pertamina dan PGN sebagai pemilik jaringan perpipaan gas. “Kita kerja sama dengan swasta dan pemerintah karena anggarannya cukup besar, yakni Rp 30 miliar untuk sebuah SPBG,” kata Budi. [Kompas.com]
Basuki: Presiden Terpilih akan Tentukan 2025 Jadi Bonus atau Bencana Demografi
“Kalau 10 tahun ini presidennya tidak berani renegosiasi atau ambil alih kontrak, maka 2025 bukan bonus demografi (yang didapat Indonesia), tapi bencana demografi. Jangan harap Indonesia Emas 2045 bisa teralisasi,” ujar Basuki di balaikota, Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Bonus demografi merupakan istilah untuk kondisi jumlah penduduk usia produktif melebihi jumlah penduduk berusia senja. Menurut Basuki, kondisi ini seharusnya memang menjadi modal besar untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari kekayaan sumber daya alam di seantero negeri.
“Banyak kontrak minyak, gas, mineral, tambang-tambang itu yang akan jatuh tempo dalam 10 tahun ini. Dengan menyiapkan SDM yang ada, saya yakin kita bisa mengelolanya dengan baik,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Di sinilah, imbuh Basuki, pentingnya keberanian presiden untuk renegosiasi atau bahkan pengambilalihan kembali pengelolaan tambang itu. Jika ternyata pemimpin yang ada tidak memiliki keberanian untuk menegosiasi ulang ataupun mengambil alih seluruh pengelolaan tambang-tambang tersebut, maka bencana demografi yang bakal menjelang. [Kompas.com]
Wednesday, May 21, 2014
Akan Dipolisikan Pristono, Ahok: Mau Ngajak Gue Ribut, Ayo!!
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, akan dituntut oleh mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono. Ahok pun berang saat menanggapi ancaman Pristono tersebut.
Pada awalnya, mantan Anggota Komisi II DPR RI ini mengomentari pertanyaan wartawan tentang rencana Pristono menuntutnya dengan nada biasa.
"Hak dia. Kalau dia mau tuntut itu hak dia. Saya kan hanya mengutip omongan salah satu media. Kalau saya harus masuk penjara karena mengutip kalimat-kalimat itu, saya rela masuk penjara," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).
Dia juga membantah kebakaran jenggot ketika kasus bus mencuat. Dia enggan bertanggung jawab atas pencopotan Pristono.
"Siapa kebakaran jenggot? Kenapa? Yang copot saya juga presiden, dan gubernur. Kalau saya PLT saja enggak boleh copot harus seizin menteri," ucap Ahok dengan nada yang mulai tinggi.
Kemudian, Ahok menjelaskan panjang lebar tentang alasan pengadaan bus ini dinilainya bermasalah. Dia juga membantah menjadikan Pristono sebagai tumbal dan sengaja dilupakan.
Pernyataan penasihat hukum Pristono yang menyebut Gubernur DKI Jakarta dan Ahok seakan lepas tangan tentang kasus ini, pun langsung dibantahnya keras.
Pria asal Manggar, Belitung itu menyebutkan Pristono banyak beralasan. Mulai dari peresmian kendati bus sempat mogok. Ketika muncul masalah, bus sempat tidak diterima. Tetapi Pristono terus memaksa untuk menerima bus, yang sempat disarankan BPKP untuk ditunda dahulu.
"Ada saran BPKP mesti ditunda, kenapa Anda terima? Kan ada saran dari BPKP mesti ditunda, kenapa Anda tetap terima? Kan kita instruksinya mesti pendampingan BPKP," jelas Ahok.
Namun, dia mempersilakan bila memang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bus DKI itu ingin menuntutnya. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun jadi naik darah. Dia menantang balik Pristono dan penasihat hukumnya dengan nada sangat tinggi.
"Kalau betul pengacara Udar mau gitu, saya buka tantangan, kapan mau?! Silakan gugat kalau mau ribut-ribut sama saya. Saya buka tantangan! Kita akan seret juga bus-bus 2012 sudah pada mogok yang dipakai Bianglala semua!" ucap Ahok dengan nada tinggi.
"BPKP mensinyalir ada masalah di pengadaan. Kasih tahu si Udar, kasih tahu pengacaranya, lu makin ngajak gue ribut, makin sama-sama kita ribut. Kalau mau ngajak gue ribut, ayo!! Gue paling demen (suka)!!" ujarnya dalam nada tinggi dan muka memerah.
Pada awalnya, mantan Anggota Komisi II DPR RI ini mengomentari pertanyaan wartawan tentang rencana Pristono menuntutnya dengan nada biasa.
"Hak dia. Kalau dia mau tuntut itu hak dia. Saya kan hanya mengutip omongan salah satu media. Kalau saya harus masuk penjara karena mengutip kalimat-kalimat itu, saya rela masuk penjara," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).
Dia juga membantah kebakaran jenggot ketika kasus bus mencuat. Dia enggan bertanggung jawab atas pencopotan Pristono.
"Siapa kebakaran jenggot? Kenapa? Yang copot saya juga presiden, dan gubernur. Kalau saya PLT saja enggak boleh copot harus seizin menteri," ucap Ahok dengan nada yang mulai tinggi.
Kemudian, Ahok menjelaskan panjang lebar tentang alasan pengadaan bus ini dinilainya bermasalah. Dia juga membantah menjadikan Pristono sebagai tumbal dan sengaja dilupakan.
Pernyataan penasihat hukum Pristono yang menyebut Gubernur DKI Jakarta dan Ahok seakan lepas tangan tentang kasus ini, pun langsung dibantahnya keras.
Pria asal Manggar, Belitung itu menyebutkan Pristono banyak beralasan. Mulai dari peresmian kendati bus sempat mogok. Ketika muncul masalah, bus sempat tidak diterima. Tetapi Pristono terus memaksa untuk menerima bus, yang sempat disarankan BPKP untuk ditunda dahulu.
"Ada saran BPKP mesti ditunda, kenapa Anda terima? Kan ada saran dari BPKP mesti ditunda, kenapa Anda tetap terima? Kan kita instruksinya mesti pendampingan BPKP," jelas Ahok.
Namun, dia mempersilakan bila memang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bus DKI itu ingin menuntutnya. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun jadi naik darah. Dia menantang balik Pristono dan penasihat hukumnya dengan nada sangat tinggi.
"Kalau betul pengacara Udar mau gitu, saya buka tantangan, kapan mau?! Silakan gugat kalau mau ribut-ribut sama saya. Saya buka tantangan! Kita akan seret juga bus-bus 2012 sudah pada mogok yang dipakai Bianglala semua!" ucap Ahok dengan nada tinggi.
"BPKP mensinyalir ada masalah di pengadaan. Kasih tahu si Udar, kasih tahu pengacaranya, lu makin ngajak gue ribut, makin sama-sama kita ribut. Kalau mau ngajak gue ribut, ayo!! Gue paling demen (suka)!!" ujarnya dalam nada tinggi dan muka memerah.
(Bob)
Kritik Jokowi-Prabowo, Ahok: Mau Jadi Presiden yang Baik, tapi Mental Begini
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta akan menegur Joko Widodo dan Prabowo Sudibyo.
Namun apa yang membuatnya 'berani' menegur Jokowi yang merupakan Gubernur DKI Jakarta, dan Prabowo yang merupakan ketua umum partainya itu?
Ternyata Ahok mengaku dibuat pusing dengan perbuatan keduanya ketika mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum untuk mengikuti ajang Pilpres 9 Juli nanti. Pasalnya, taman kota di sepanjang jalan Teuku Umar dan Jalan Imam Bonjol, Menteng rusak karena diinjak simpatisannya.
Tidak tanggung-tanggung, kritikan pedas pun meluncur dari mulut mantan Bupati Belitung Timur itu.
"Katanya mau memperbaiki negeri, taman saja dirusak. Dua kubu sama saja. Kita tegur semua sekarang, kedua pasang. Kalau nanti sudah jadi, siapa yang mau melawan presiden?" ucap Ahok dengan sedikit candaan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).
Pria yang pernah duduk di gedung Senayan ini mengkritik pendukung kedua kubu untuk tidak terlalu termakan euforia. Jangan sampai semangat mendukung, justru merusak aset publik.
"Jadi kalau seperti ini kondisinya, euforia begitu. Pusing nanti. Taman ini kan aset," ucapnya.
Ahok pun meminta kubu Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta untuk memperbaiki caranya dalam mengadakan kegiatan. Dia juga meminta keduanya mengarahkan simpatisannya agar tidak bersifat merusak. Dia berharap peristiwa ini tidak terulang.
"Kalau Anda punya mental mau jadi presiden yang baik, tapi mental seperti ini, bisa pusing nanti. Dua kubu sama saja. Itu rusaknya taman kami oleh dua kubu," saran Ahok.
Untuk sementara, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI akan memperbaiki taman yang rusak. Pemprov DKI juga akan melayangkan surat ke kubu Jokowi dan Prabowo.
"Nanti kita perbaiki dulu, lalu kasih peringatan. Nanti hukuman buat mereka bikin taman di lokasi lain. Daripada berantakan, nungguin mereka lama. Dua-duanya melanggar lagi," ujar Ahok.
Namun apa yang membuatnya 'berani' menegur Jokowi yang merupakan Gubernur DKI Jakarta, dan Prabowo yang merupakan ketua umum partainya itu?
Ternyata Ahok mengaku dibuat pusing dengan perbuatan keduanya ketika mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum untuk mengikuti ajang Pilpres 9 Juli nanti. Pasalnya, taman kota di sepanjang jalan Teuku Umar dan Jalan Imam Bonjol, Menteng rusak karena diinjak simpatisannya.
Tidak tanggung-tanggung, kritikan pedas pun meluncur dari mulut mantan Bupati Belitung Timur itu.
"Katanya mau memperbaiki negeri, taman saja dirusak. Dua kubu sama saja. Kita tegur semua sekarang, kedua pasang. Kalau nanti sudah jadi, siapa yang mau melawan presiden?" ucap Ahok dengan sedikit candaan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).
Pria yang pernah duduk di gedung Senayan ini mengkritik pendukung kedua kubu untuk tidak terlalu termakan euforia. Jangan sampai semangat mendukung, justru merusak aset publik.
"Jadi kalau seperti ini kondisinya, euforia begitu. Pusing nanti. Taman ini kan aset," ucapnya.
Ahok pun meminta kubu Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta untuk memperbaiki caranya dalam mengadakan kegiatan. Dia juga meminta keduanya mengarahkan simpatisannya agar tidak bersifat merusak. Dia berharap peristiwa ini tidak terulang.
"Kalau Anda punya mental mau jadi presiden yang baik, tapi mental seperti ini, bisa pusing nanti. Dua kubu sama saja. Itu rusaknya taman kami oleh dua kubu," saran Ahok.
Untuk sementara, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI akan memperbaiki taman yang rusak. Pemprov DKI juga akan melayangkan surat ke kubu Jokowi dan Prabowo.
"Nanti kita perbaiki dulu, lalu kasih peringatan. Nanti hukuman buat mereka bikin taman di lokasi lain. Daripada berantakan, nungguin mereka lama. Dua-duanya melanggar lagi," ujar Ahok.
(Bob)
Jokowi Bikin Para Menteri Terpelongo
Metrotvnews.com, Jakarta: Pesona Joko Widodo ternyata mampu membuat para menteri terpelongo. Gubernur DKI Jakarta ini bicara visi misi di depan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Perekonomian Chairul Tanjung dan Gubernur BI Agus Martowardoyo saat menghadiri Rakornas V Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2014.
Jokowi mengatakan komunikasi menjadi masalah utama antara pemerintah pusat dengan daerah. Selama ini, kata dia, komunikasi yang terjalin antara keduanya sangat kurang, sehingga berimbas pada stabilitas harga di tiap daerah.
"Pengalaman yang kita lihat di lapangan, hanya masalah komunikasi antara pusat dengan Gubernur dan Wali Kota, komunikasi ini harus rutin setiap bulan," ucapnya di hadapan para menteri dan ratusan hadirin di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).
Mengenakan batik lengan panjang bercorak cokelat, Jokowi dengan mantap berbicara di depan podium. Banyak para tamu berdecak kagum terutama saat bicara soal pengurangan jumlah impor. Jokowi menyebut Pemrov DKI Jakarta telah bekerja sama dengan Pemrov Sulawesi Selatan, Lampung dan NTT.
"Kemarin saya main ke Sulsel, ada surplus beras 2,6 juta ton. Detik itu juga saya tanda tangan dengan Gubernur Sulsel dan berasnya langsung dikirim ke Jakarta. Ketakutan saya jika tidak distok dari Sulsel, nanti diisi beras impor. Saya ingin mencegahnya, walaupun saat beras sudah datang, Jakarta masih ngutang. Di Lampung juga buah dan sayur melimpah, untuk apa kita impor," beber Mantan Wali Kota Surakarta ini.
Mendengar itu, Gamawan Fauzi tampak serius sambil menopangkan tangan di dagunya. Sementara Chairul Tanjung terlihat mengangguk-angguk sembari tersenyum.
Gamawan mengatakan kerja sama antardaerah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan harus ditiru oleh provinsi dan daerah lainnya.
"Kerja sama yang dilakukan Pak Jokowi kemarin dengan pemprov Sulsel bagus sekali. Jakarta kekurangan beras, Sulses kelebihan beras. Memang harus seperti itu, satu daerah kekurangan namun ada satu daerah yang kelebihan, saling melengkapi," papar Gamawan.
Sementara untuk memudahkan kerjasama antardaerah, lanjut Jokowi, dibutuhkan infrastruktur laut yang memadai, seperti pembangunan tol laut di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Jokowi mengatakan ini bertujuan agar biaya kirim lebih murah.
"Harus dibangun biar biaya kirim murah. Masak biaya kirim dari Jawa ke Eropa lebih murah daripada ke Papua. Di Belawan, Papua, ada deep seaport, tiap hari ada kapal besar, saya yakin harga semen di Jawa Rp50 Ribu di Papua juga sama, biar keadilan merata. Kemudian di NTT, 40 Ribu sapi bisa sebenarnya sekali angkut, tapi kapal kita cuma 200 sekali angkut," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya mengatakan pemikiran Jokowi ini patut untuk diimplementasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
"Saya setuju dengan pemikiran Pak Jokowi, agar harga di Jawa sama di Papua," katanya.
Jokowi mengatakan komunikasi menjadi masalah utama antara pemerintah pusat dengan daerah. Selama ini, kata dia, komunikasi yang terjalin antara keduanya sangat kurang, sehingga berimbas pada stabilitas harga di tiap daerah.
"Pengalaman yang kita lihat di lapangan, hanya masalah komunikasi antara pusat dengan Gubernur dan Wali Kota, komunikasi ini harus rutin setiap bulan," ucapnya di hadapan para menteri dan ratusan hadirin di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).
Mengenakan batik lengan panjang bercorak cokelat, Jokowi dengan mantap berbicara di depan podium. Banyak para tamu berdecak kagum terutama saat bicara soal pengurangan jumlah impor. Jokowi menyebut Pemrov DKI Jakarta telah bekerja sama dengan Pemrov Sulawesi Selatan, Lampung dan NTT.
"Kemarin saya main ke Sulsel, ada surplus beras 2,6 juta ton. Detik itu juga saya tanda tangan dengan Gubernur Sulsel dan berasnya langsung dikirim ke Jakarta. Ketakutan saya jika tidak distok dari Sulsel, nanti diisi beras impor. Saya ingin mencegahnya, walaupun saat beras sudah datang, Jakarta masih ngutang. Di Lampung juga buah dan sayur melimpah, untuk apa kita impor," beber Mantan Wali Kota Surakarta ini.
Mendengar itu, Gamawan Fauzi tampak serius sambil menopangkan tangan di dagunya. Sementara Chairul Tanjung terlihat mengangguk-angguk sembari tersenyum.
Gamawan mengatakan kerja sama antardaerah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan harus ditiru oleh provinsi dan daerah lainnya.
"Kerja sama yang dilakukan Pak Jokowi kemarin dengan pemprov Sulsel bagus sekali. Jakarta kekurangan beras, Sulses kelebihan beras. Memang harus seperti itu, satu daerah kekurangan namun ada satu daerah yang kelebihan, saling melengkapi," papar Gamawan.
Sementara untuk memudahkan kerjasama antardaerah, lanjut Jokowi, dibutuhkan infrastruktur laut yang memadai, seperti pembangunan tol laut di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Jokowi mengatakan ini bertujuan agar biaya kirim lebih murah.
"Harus dibangun biar biaya kirim murah. Masak biaya kirim dari Jawa ke Eropa lebih murah daripada ke Papua. Di Belawan, Papua, ada deep seaport, tiap hari ada kapal besar, saya yakin harga semen di Jawa Rp50 Ribu di Papua juga sama, biar keadilan merata. Kemudian di NTT, 40 Ribu sapi bisa sebenarnya sekali angkut, tapi kapal kita cuma 200 sekali angkut," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya mengatakan pemikiran Jokowi ini patut untuk diimplementasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
"Saya setuju dengan pemikiran Pak Jokowi, agar harga di Jawa sama di Papua," katanya.
(Bob)
Subscribe to:
Posts (Atom)