Sunday, December 28, 2014

Jokowi Minta Kebakaran di Pasar Klewer Solo Bisa Segera Dipadamkan

Jakarta - Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah dilanda kebakaran hebat malam ini. Hingga tengah malam, api masih mengamuk di pasar batik terbesar di Indonesia tersebut. Presiden Joko Widodo yang pernah menjadi wali kota Solo turut memberi perhatian terhadap peristiwa tersebut. 

Melalui akun resmi Facebook-nya yang dikutip detikcom, Minggu (28/12/2014), Jokowi meminta kepada Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo untuk membereskan musibah tersebut. 

"Sesaat yang lalu saya mendengar kabar Pasar Klewer Solo terbakar. Saya harap segera bisa dibereskan, juga kepada Pak Rudi Walikota Solo bisa dengan sigap menyelesaikan," tulis Jokowi dalam akun Facebook-nya. 

Jokowi juga berpesan kepada relawan-relawan kota Solo untuk bergotong royong membantu petugas pemadam kebakaran memadamkan api di Pasar Klewer. Menurut Jokowi, Pasar Klewer merupakan warisan sejarah kota Solo, peninggalan Sunan Pakubuwono X yang kini jadi pusat perdagangan batik. "Tentunya harus dijaga," ucapnya. 

Ansor Nyatakan Siap Perang Lawan ISIS

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid mengaku, geram dengan pernyataan ancaman yang dikeluarkan kelompok islam garis keras ISIS. Secara tegas, ia tak akan ragu mengerahkan kekuatan Ansor untuk melawan kelompok tersebut apabila mereka mengganggu kedaulatan NKRI.
"Bagi Ansor dan NU (Nahdlatul Ulama), NKRI dan Islam rahmatan lil alamin adalah harga mati, tidak bosa ditawar-tawar. Kalau untuk NKRI kita nyatakan perang juga enggak apa-apa," tegas Nusron dalam keterangan yang diterima wartawan, Jumat (26/12/2014).
Dalam menyebarkan ajarannya, Nusron mengatakan, kelompok ISIS mengusung gagasan Khilafah Islamiyah. Menurut dia, gagasan tersebut tak boleh dikembangkan di belahan dunia manapun. Selain itu, ia menambahkan, tantangan yang diberikan oleh mereka mengindikasikan bahwa mereka ingin mengembangkan paham tersebut di Tanah Air.
"Statemen tantangan itu, menandakan Indonesia akan dijadikan daerah tujuan khilafah. Kita jangan sampai kecolongan," katanya.
Lebih jauh, ia mengatakan, pihaknya telah siap apabila sewaktu-waktu ISIS datang. Kendati demikian, ia tak ingin mengirimkan anggota GP Ansor ke Suriah, lokasi di mana ISIS berada, untuk melawan kelompok itu. (Baca: Kepolisian Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Munculnya Video Ancaman ISIS)
"Kalau datang ke Indonesia, kita siap menghadapi. Kalau ke Syria buat apa? Mending kirim ke daerah bencana. Banyak pahala dan manfaatnya," katanya.
Sebelumnya beredar video di laman Youtube, yakni seorang pria dengan menggunakan bahasa Indonesia, mengancam Panglima TNI Jenderal, Polri, dan Banser. Video yang diunggah oleh akun bernama Al-Faqir Ibnu Faqir pada 24 Desember 2014 tersebut berjudul "Ancaman wahabi terhadap Polisi, TNI dan Densus 88, Banser". Video tersebut berdurasi 04:01 menit.
Dalam video itu, pria berkumis dan berjanggut tersebut mengancam Panglima TNI, Polri, dan Banser, dengan mengatakan menunggu kedatangan TNI, Polri, dan Banser yang dikabarkan akan ikut memerangi ISIS. Belum diketahui identitas pria itu dan sedang berada di mana saat video itu dibuat. "Apabila kalian tidak datang kepada kami, kami akan datang kepada kalian," kata pria tersebut.

Yenny Wahid Tak Terkejut Banser Ditantang ISIS

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Yenny Wahid mengatakan bahwa Banser NU sering menerima tantangan. Ia mengaku tak terkejut ketika saat ini Banser NU menerima tantangan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). 

"Kalau Banser ditantang, itu biasa, sama-sama swasta. Kalau TNI/Polri ditantang ISIS, itu makar namanya," kata Yenny di acara haul kelima Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (27/12/2014). 

Oleh karena itu, kata Yenny, aparat penegak hukum harus menelusuri dan menindak tegas kelompok ISIS yang menyebar video berisi tantangan pada TNI/Polri. Ia menilai tantangan pada TNI/Polri sama dengan tantangan pada negara. 

Yenny menuturkan, Banser NU siap terjun memberantas ISIS di Indonesia selama diminta oleh pemerintah. Namun langkah yang dilakukan bukan pada aktivitas fisik melainkan dengan cara mencegah penyebaran ideologi sesat yang disebarkan ISIS di Indonesia. 

"Banser, Anshor, selalu diberi ketahanan mental. Tapi kalaucombat, itu wilayah TNI/Polri. Kalau diminta negara, kami siap, tapi tidak akan melakukan tindakan-tindakan itu (adu kekuatan fisik)," ungkapnya. 

Sebelumnya, beredar video di laman Youtube, yakni seorang pria dengan menggunakan bahasa Indonesia, mengancam Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Polri, dan Banser. Video yang diunggah oleh akun bernama Al-Faqir Ibnu Faqir pada 24 Desember 2014 tersebut berjudul "Ancaman wahabi terhadap Polisi, TNI dan Densus 88, Banser". 

Video tersebut berdurasi empat menit. Dalam video itu, pria berkumis dan berjanggut tersebut mengatakan menunggu kedatangan TNI, Polri, dan Banser yang dikabarkan akan ikut memerangi ISIS.

Lama Memendam, Khofifah Ungkap Pesan Terakhir Gus Dur

KOMPAS.com/ INDRA AKUNTONOKhofifah Indar Parawansa saat menghadiri haul Gus Dur di Ciganjur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ingin menyampaikan rahasia yang dipendamnya bertahun-tahun saat hadir di acara Haul Kelima Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (27/12/2014) malam. 

Rahasia yang ingin ia ungkapkan adalah pesan mendiang Gus Dur beberapa saat sebelum wafat pada 30 Desember 2009 silam. 

"Ada amanat Gus Dur yang mudah-mudahan malam ini, saya punya keberanian menyampaikan kepada keluarga beliau," kata Khofifah di sela-sela acara haul. 

Ia mengungkapkan, sejak dua tahun sebelum wafat, Gus Dur pernah memintanya menuliskan sebuah kalimat di batu nisan tempat peristirahatan akhirnya. Pesan itu diulang dan disampaikan Gus Dur pada Khofifah sebanyak tiga kali dan terakhir kali diucapkan di media Oktober 2009. 

"Tiga kali beliau pesan kepada saya. Mbak, kalau saya meninggal, tolong di batu nisan saya ditulisi 'The Humanist Died Here'," kata Khofifah menirukan ucapan Gus Dur saat itu. 

Sebagai seorang pemimpin, kata Khofifah, Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme dan multikulturalisme yang bergerak karena hati nuraninya. Ia menilai, Gus Dur sebagai figur yang memiliki sisi kemanusiaan di atas rata-rata. 

"Jadi mudah-mudahan hari ini saya berani menyampaikan itu. Karena selama ini saya pendam. Saya pernah tanya kepada beberapa teman, ada yang pernah diberi pesan seperti saya, tapi saya belum mendapatkan kesamaan pesan itu," pungkasnya.

Legenda Batik Solo Nyaris Musnah Dilalap Si Jago Merah

SOLO, KOMPAS.com - Api yang melalapPasar Klewer, Kota Solo, Jawa Tengah, sejak pukul 20.00 WIB, Sabtu (27/12/2014), hingga saat ini belum sepenuhnya dapat dikendalikan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo. 

Menurut Adjie Setiadji Arif, warga yang menyaksikan kebakaran tersebut, api yang membakar bagian barat Pasar Klewer, masih berkobar. Meski demikian, Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo dapat melokalisasi kobaran api hingga tidak lagi menyebar ke bagian lain Pasar Klewer.

"Saya lihat api mulai berangsur dapat dilokalisasi. Petugas Damkar bekerja keras memadamkan api yang berkobar di bagian barat pasar," tutur Adjie. 

"Petugas Damkar masih hilir mudik menerobos kerumunan warga yang menonton kebakaran di tengah kondisi gerimis. Hingga pukul 22.45 api belum padam," tambah Muhammad Nasir, warga Solo yang juga berada di tempat kejadian kepada Kompas.com, Sabtu (27/12/2014).

Akibat kebakaran tersebut, kondisi lalu lintas di depan dan sekitar Pasar Klewer macet total. Arus lalu lintas dialihkan dari Jl Slamet Riyadi ke jalur-jalur di sekitarnya.

Pasar Klewer merupakan pasar batik terbesar di Jawa Tengah. Mulai berkembang sejak zaman penjajahan Jepang kurun 1942-1945, sebelum direnovasi menjadi bangunan pasar modern dan diresmikan pada tahun 1970. 

Pasar ini sangat melegenda dan popularitasnya hingga ke mancanegara. Lokasinya yang bersebelahan dengan Keraton Surakarta, menjadikan Pasar Klewer sebagai destinasi wisata sekaligus salah satu simbol Kota Solo. 

Dalam perjalanan sejarahnya kemudian Pasar Klewer menjadi rujukan para pedagang di Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Betapa tidak, pasar ini memiliki kapasitas 2.064 unit kios dan dapat menampung lebih dari 1.500 pedagang.

Jokowi Ajak Berdialog Warga Papua yang Ada di Gunung dan Hutan

Liliek Setyowibowo/SonoraPresiden Joko

JAYAPURA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan ingin berdialog dengan masyarakat Papua dan membangun provinsi ini. Keinginan itu disampaikan secara terbuka di hadapan masyarakat Papua pada perayaan Natal Bersama Nasional 2014 di Stadion Mandala Jaya, Jayapura, Papua, Sabtu (27/12/14) malam. 

Jokowi mengaku ingin mendengar suara masyarakat Papua secara langsung sehingga ia mengetahui persoalan yang sebenarnya dan akan mencarikan solusinya.

"Yang masih di dalam hutan, yang masih di atas gunung-gunung, marilah kita bersama membangun Papua sebagai tanah yang damai. Marilah kita pelihara rasa saling percaya di antara kita, sehingga kita bisa berbicara dalam suasaana yang damai dan sejuk," ajak Jokowi.

Jokowi menambahkan, "Kita ingin semuanya akhiri konflik yang ada, jangan ada lagi kekerasan."

Jokowi mengaku ingin mempergunakan waktu sebanyak-banyaknya untuk mendengarkan suara rakyat Papua. Sebab, semangat ini dapat dijadikan pondasi untuk menatap masa depan tanah Papua yang lebih baik. 

Jokowi menambahkan, masyarakat Papua tidak hanya butuh pendidikan yang lebih baik, tetapi juga butuh didengar dan diajak bicara. 

"Itulah sikap dasar saya dalam membicarakan setiap persoalan di Papua," tegas Jokowi.