Thursday, January 5, 2017

Warga Kepulauan Seribu Ini Bingung Ahok Dituding Menista Agama

Warga Kepulauan Seribu Ini Bingung Ahok Dituding Menista Agama

Sejumlah warga Kepulauan Seribu hari ini mendatangi Rumah Lembang di Jakarta Pusat untuk bertemu dengan calon Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Salah satu warga itu adalah Abdi Yaman (21), yang dibawa oleh kakak angkat Ahok, Andi Analta Amir.

Di Rumah Lembang, Abdi mengaku bingung saat Ahok disebut menistakan agama. Bukan hanya dia, Abdi mengatakan semua warga Kepulauan Seribu yang mendengar pidato Ahok juga merasakan hal yang sama, tak ada penistaan agama. 

"Terkait penyataan Ahok yang dibilang menistakan agama, saya bingung, warga Kepulauan Seribu bingung. Kami bingung di mana yang menistakannya," kata Abdi kepada Ahok dan para pendukung calon gubernur nomor urut 2 itu di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2017).

Warga Kepulauan Seribu Ini Bingung Ahok Dituding Menista Agama Foto: Bisma Alief/detikcom
Menurut Abdi, jika masyarakat Kepulauan Seribu menilai ada penistaan agama, tentunya Ahok tidak akan bisa kembali ke Jakarta. Dia menyebut 99 persen penduduk Kepulauan Seribu beragama Islam. Jadi tidak mungkin mereka tidak mengerti agama.

"Kalau Ahok menistakan agama, sudah dibacok dia, orang pulau kalau barbar sekalian saja. Di sana 99 persen beragama Islam, kan enggak mungkin kalau enggak ngerti agama," ujarnya.

Abdi menyebut tidak ada warga Kepulauan Seribu yang ikut dalam demo Bela Islam, yang digelar beberapa waktu lalu. Alasannya, mereka bingung Ahok disebut melakukan penistaan agama. Dia pun datang untuk menuntut keadilan bagi Ahok.

"Orang sana (Kepulauan Seribu) nggak ada yang ikut demo Ahok. Karena mereka nggak tahu posisinya statement Ahok yang menistakan agama," tuturnya.

Abdi pribadi mengaku sudah mengagumi Ahok sejak SMA. Abdi, yang tinggal di Pulau Kelapa, mengaku tidak menyangka bahwa ia juga mendapatkan KJP dari program Ahok. 

"Saya pribadi sangat kagum pada Ahok dan sangat menikmati program Ahok sejak SMA," tutupnya.

Monday, January 2, 2017

Doa Djarot Selama di Tanah Suci


Jessi CarinaCalon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istrinya, Happy Farida, menyapa warga di Bandara Soekarno Hatta, Senin (2/1/2017). Keduanya baru pulang setelah melaksanakan ibadah umrah.


Calon wakil gubernur DKI Jakarta,Djarot Saiful Hidayat, mengaku tidak berdoa khusus terkait pencalonannya pada Pilkada DKI 2017 ketika melaksanakan umrah di Tanah Suci. 

Dia mengaku hanya meminta supaya hasil Pilkada DKI 2017 merupakan yang terbaik untuk warga Jakarta.

"Doa khusus Pilkada enggak ya, pokoknya kami minta kepada Allah yang terbaiklah, untuk kita, untuk Pak Ahok, untuk Jakarta," ujar Djarot ketika tiba di Bandara Soekarno Hatta setelah pulang dari tanah suci, Senin (2/1/2017). 

(Baca: Semringahnya Djarot Setelah Pulang dari Tanah Suci...)

Djarot mengaku mendapat banyak pengalaman berkesan selama berada di Tanah Suci. Namun, dia lebih memilih mengenang pengalaman-pengalaman tersebut untuk dirinya sendiri. 

Selama di sana, Djarot mengatakan lebih banyak berdoa untuk Indonesia. Dia berharap Indonesia selalu dalam keadaan damai. 

"Yang jelas kami berdoa supaya Indonesia damai dan tenang, itu saja. Kemudian kami bisa membangun kesatuan dan ideologiPancasila bisa betul-betul bisa dilaksanakan," ujar Djarot

Pada Pilkada DKI 2017, Djarot maju mendampingi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Pasangan nomor urut dua ini diusung empat partai politik, yaitu PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Golkar, dan Partai Hanura

Djarot berangkat umrah pada Minggu (25/12/2016) lalu bersama istrinya, Happy Farida, dan tiga orang anaknya. 

Alasan Djarot berangkat umrah di tengah masa kampanye adalah untuk memenuhi keinginannya. 

Djarot mengaku ini kali pertama berangkat umrah bersama istri dan ketiga anaknya.

Pada 2002, Djarot bersama istrinya, Happy Farida juga pernah ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Kesempatan cuti kali ini dia manfaatkan untuk umrah bersama istri dan ketiga anaknya.

Semringahnya Djarot Setelah Pulang dari Tanah Suci...

Jessi CarinaCalon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istri, Happy Farida, tiba di Bandara Soekarno Hatta setelah melakukan perjalanan umrah, Senin (2/1/2017).


 Calon wakil gubernur DKI JakartaDjarot Saiful Hidayat sudah kembali dari perjalanan umrahnya. Dia tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 15.46 WIB, Senin (2/1/2017).

Ketika keluar dari pintu kedatangan, senyum Djarot terlihat mengembang.
Djarot yang mengenakan kemeja berwarna putih tampak berjalan seorang diri. Di belakangnya, terlihat istrinya Happy Farida yang berjalan bersama tiga anaknya yaitu Safira Prameswari Ramadina, Karunia Dwihapsa Paramasari, dan Meisya Rizky Berliana.
Happy mengenakan kacamata hitam dan kerudung berwarna kuning. Happy segera menyusul Djarot untuk berjalan bersama.
"Alhamdulillah, perjalanan kami lancar. Walaupun tadi sempat delay satu jam," ujar Djarot.
Djarot memang terlambat tiba di Indonesia dari jadwal seharusnya. Meski demikian, Djarot bersyukur bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Djarot berangkat umrah pada Minggu (25/12/2016) lalu. AlasanDjarot berangkat umrah di tengah masa kampanye adalah untuk memenuhi keinginannya. (Baca: Berangkat Umrah, Djarot Ingin Doakan Indonesia Damai dan Jakarta Sejuk)
Djarot mengaku ini kali pertama berangkat umrah bersama istri dan ketiga anaknya. Sebelumnya pada tahun 2002, Djarotbersama sang istri, Happy Farida juga pernah ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.
Djarot belum memiliki waktu untuk kembali ke tanah suci bersama ketiga anaknya karena sibuk bekerja. Kesempatan cuti kali ini dia sempatkan untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Sekelompok Orang Tolak Kedatangan Ahok di Semper Barat

Di tengah-tengah kegiatan kampanye calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Jalan Tipar Timur, Semper Barat, Jakarta Utara, sekelompok orang tiba-tiba datang dan menolak kedatangan mantan Bupati Belitung Timur itu. 

Kompas.com/Kurnia Sari AzizaSekelompok orang penolak calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berkampanye di Jalan Tipar Timur, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (2/1/2017).

Ceritanya, Ahok tengah berkeliling dan menyapa warga. Dia sudah berkampanye selama sekitar 60 menit. 

Tiba-tiba dari gang lain sekelompok orang datang dan berteriak menolak kedatangan Ahok

Sebelumnya, kampanye berlangsung kondusif dan tak ada penolakan warga setempat. 

"Tolak tolak tolak tolak si Ahok.. Tolak si Ahok sekarang juga.. Tolak kedatangan penista agama," seru mereka sambil mengepalkan tangan dan berjalan menuju jalan yang ditelusuriAhok, Senin (2/1/2017). 

(Baca: Ahok Tak Akan Laporkan Pria yang Mengaku Ketua FPI Pasar Minggu ke Bawaslu DKI)

Langkah mereka dihadang Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL)Bawaslu Cilincing. Petugas terlihat berkomunikasi dan meminta sekelompok orang tersebut tidak menghadang kampanye. 

Pasalnya, mereka akan dipidana jika terbukti menghadang kampanye. Selain itu, beberapa personel kepolisian dan Bhabinkamtibmas juga terlihat menghadang sekelompok orang yang berusaha mendekati Ahok itu. 

"Udah Bang balik aja. Kalau kayak gini pelanggaran namanya," kata petugas PPL Bawaslu Cilincing ke arah seorang warga penolak. 

Sementara di sisi gang terlihat beberapa warga yang melihat aksi tersebut. Ahok pun tak jadi melintasi jalan itu. Dia meneruskan kampanye menuju lapangan bola di Semper Barat. 

Ahol tetap menyalami dan berfoto bersama warga yang dia temui.

Sebelumnya, kampanye Ahok juga pernah dihadang di Rawa Belong, Ciracas, dan Pasar Minggu. 

Penghadangan Ahok disebabkan kasus dugaan penodaan agama

Usai Foto Bersama Ahok, Seorang Ibu Menangis Mencari Anaknya

Kompas.com/Kurnia Sari AzizaSeorang ibu bernama Dian kehilangan anaknya saat ikut blusukan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (2/1/2017).



Seorang ibu yang tiba-tiba menangis dan berteriak mencari-cari anaknya di tengah kerumunan warga di lokasi kampanye calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Senin (2/1/2017).

Adapun lokasi kampanye Ahok itu di permukiman padat penduduk di Jalan Tipar Timur, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. 

Ibu yang menangis itu sebelumnya terlihat ikut berkerumun dan antusias berfoto bersama Ahok. Setelah dia berhasil berfoto bersama Ahok, ibu yang diketahui bernama Dian tersadar anaknya sudah tidak dia gendong dan tidak berada di dekatnya. 

Dia kemudian berbalik badan dan memanggil nama anaknya. 

"Woi mana anak gue nih?," teriak Dian sambil meneteskan air matanya. 

Warga lain yang ada di dalam kerumunan terlihat kebingungan melihat Dian yang berteriak dan menangis. 

"Waduh anaknya kok bisa hilang? Gimana sih ibunya," gumam seorang warga lainnya. 

(Baca: Ahok Isi Tahun Baru dengan Ibadah)

Beberapa saat kemudian, ada seorang warga yang memberikan seorang anak kecil kepada Dian. 

"Nih anaknya nih," kata seorang warga kepada Dian. Sontak warga yang berkerumun langsung menyoraki Dian. 

Kemudian Dian terlihat langsung menggendong dan memarahi anaknya yang masih kecil itu. 

"Lepas sebentar aja, udah ilang. Enggak tau aja kamu, gue pengin masuk TV," kata Dian kepada anaknya yang ikut menangis. 

Pada blusukan Ahok kali ini, warga menyambut gubernur petahana itu dengan meriah. Warga saling berdesakan berebut untuk bersalaman dengan Ahok

Ahok lalu bertanya kepada warga apakah lingkungan tempat tinggalnya masih terendam banjir atau tidak. Selain itu, timnya juga memberikan kartu nama Ahok kepada warga. 

Hingga pukul 16.45, Ahok masih blusukan di Semper Barat. 

Ditanya soal Relawannya yang Memasang Stiker di Rumah Warga, Ini Kata Agus

Calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono tak tahu menahu soal adanya relawan yang memasang stiker dirinya dan Sylviana Murni di rumah warga bernama Tetty Pataresia (43), Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Saya belum tahu soal masalah itu," ujar Agus dengan singkat di kawasan Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Senin (2/1/2017).
Relawan pemasang stiker Agus-Sylvi itu diprotes Tetty, warga Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, melalui akun Facebook-nya. Relawan itu ditegur karena mengaku perwakilan dari kelurahan, dan bukan mengaku sebagai relawan.
Tetty menulis pengalamannya didatangi orang yang mengaku petugas kelurahan yang mendata daftar pemilih dan berujung pemasangan stiker Agus-Sylvi. Belakangan, petugas kelurahan itu diketahui merupakan relawan Agus-Sylvi.
Tulisan Tetty di Facebook-nya itu menjadi viral karena dia protes dengan adanya pendataan dan pemasangan stiker tersebut. Tetty menyebut, dia juga didatangi orang dari Bawaslu bersama pemasang stiker Agus-Sylvi itu.
"Kata dia (Bawaslu), 'Itu postingan ibu udah sampe ribuan komentar. Besok-besok kalau kayak gitu, mending dari awal kalau enggak setuju langsung saja dicopot, atau bilang tidak mau secara tegas, enggak usah pakai nge-share'," ujar Tetty, Minggu (1/1/2017). (Baca: Kekhawatiran Warga akan Pendataan oleh Relawan Agus-Sylvi)
Tetty menyatakan, dia mengunggah cerita tersebut ke media sosial agar sampai ke Bawaslu dan ditindaklanjuti. Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Timur menemukan hal yang berpotensi jadi pelanggaran dalam pemasangan stiker pasangan cagub-cawagub, Agus HarimurtiYudhoyono-Sylviana Murni.
Mimah menyebut dugaan pelanggaran tersebut ditemukan karena relawan yang memasang stiker itu adalah petugas jumantik di kelurahan setempat.
"Dia mengaku petugas kelurahan. Aparat kelurahan itu bisa dikenakan sanksi kalau melakukan keberpihakan," ujar Mimah kepada Kompas.com, Senin (2/1/2017).