Sunday, June 25, 2017

Jokowi Tunaikan Salat Idul Fitri 1438 H di Istiqlal

Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah bersama para jamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Jokowi hadir sekitar pukul 06.30 WIB.

Begitu sampai, Jokowi langsung berjalan ke arah muka ruang salat dan mengisi barisan paling depan.

Ia duduk satu saf bersama pejabat-pejabat lainnya seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menko Polhukam Wiranto, Ketua DPR Setya Novanto. Jokowi juga sempat menunaikan salat sunnah 2 rakaat.

Jokowi terlihat mengenakan setelan jas hitam, kemeja putih serta peci hitam.

Yang akan menjadi Imam Rawatib Masjib Istiqlal Husni Ismail, Sementara khatibnya adalah Quraish Shihab. keduanya dipilih oleh Kementerian Agama.

Salat id di Masjid Istiqlal rencananya akan dimulai pukul 07.00 WIB.

Jelang Pelaksanaan Salat Idul Fitri, Masjid Istiqlal Mulai Dipadati Jemaah Sejak Pagi

Jemaah di Masjid Istiqlal terus berdatangan mulai subuh tadi. Para jemaah akan melaksanakan salat Idul Fitri 1438H/2017M.

Pantauan detikcom di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (25/6/2017), jemaah dari berbagai daerah terus berdatangan memadati lingkungan masjid. Sementara itu pengamanan di Masjid Istiqlal di perkekatat.

Presiden RI Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, beberapa Menteri Kabinet Kerja, ulama, hinga pejabat tinggi negara akan melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tampak bersiaga di setiap pintu masuk dan bebera sudut Masjid. Setiap jemaah yang akan masuk diperiksa melalui metal detector.

Di saf paling depan Masjid juga telah disediakan untuk Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan pejabat tinggi lainnya. Masyarakat diberi batas garis kuning di saf ketujuh.

Jemaah di Masjid Istiqlal datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya Wahyu jemaah yang datang dari Nunukan, Kalimantan Utara untuk berlebaran di Ibu Kota.

"2 hari ini iktikaf di sini, terus rencananya hari ini mau salat id di sini. Ini pertama kalinya saya salat di sini," ujarnya kepada detikcom

Pelaku Teror di Mapolda Sumut Ialah Pedagang Rokok dan Jus

Polisi merilis identitas teroris penyerangan polisi di Polda Sumut, Medan. Salah satu pelaku yang berinsial SP diketahui mempunyai kios rokok.

"SP adalah punya kios rokok. Di Sisingamaraja, umurnya 47 tahun," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2017).

Pelaku aksi teror ini diketahui 2 orang. Selain SP yang kini kondisinya sedang kritis, pelaku lain diketahui berinisial AR (30) yang ditembak mati oleh anggota Brimob. 
"AR meninggal dunia, SP kritis," sebut Setyo.

Pelaku tewas, AR, diketahui berjualan jus di daerah Simpang Limun, Sisingamaraja, Medan.

"AR 30 tahun, laki laki. Dia jual jus di Jalan Sisingamaraja Simpang Limun, Medan," ungkap Setyo. 
(gbr/rvk)

Pelaku Teror di Mapolda Sumut Inisial SP dan AR

Polri belum membeberkan detail identitas pelaku teror di Mapolda Sumut. Kedua pelaku diketahui berinisial SP dan AR.

"Iya benar, inisialnya SP dan AR," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi detikcom, Minggu (25/6/2017).

SP merupakan pelaku yang masih hidup dan saat ini kritis. Sementara AR adalah pelaku yang tewas dalam kejadian itu.

Polisi menyebut pelaku pernah ke Suriah. Namun belum ada keterangan apakah kedua pelaku pernah ke Suriah atau tidak.

Kepolisian menduga teror penikaman itu terkait dengan anggota ISIS, Bahrun Naim. Dugaan sementara aksi nekat pelaku menyerang Aiptu Martua Sigalingging atas perintah Bahrun Naim.

"Informasinya kemarin ada imbauan Bahrun Naim," kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini.

Setyo menyebut Bahrun Naim menyuruh pelaku untuk melakukan amaliyah atau serangan menggunakan apa pun. Saat ini Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Sumut sedang mendalami asal jaringan para pelaku untuk memastikan dalang sebenarnya di balik serangan ini. 

Kapolri: Pelaku Teror di Mapolda Sumut Kelompok JAD

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan 2 pelaku teror di Mapolda Sumut yang berinisial SP dan AR bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok JAD adalah jaringan teroris yang berafiliasi dengan ISIS.

"Ini memang kita sudah mensinyalir ada sel dari kelompok JAD yang punya intel dan punya niat untuk melakukan serangan di sana," Jenderal Tito usai open house di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Tito mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus penyerangan di pos jaga Mapolda Sumut. Dia menambahkan, dalam kejadian ini AR tewas ditembak saat penyerangan dan SP masih dalam kondisi kritis.

"Satu orang meninggal satu orangnya lagi terluka tapi masih hidup. Sekarang kita lagi kembangkan," ucapnya.

Dia menjelaskan, para pelaku ini memang menjadikan polisi sebagai utama. Alasannya karena polisi dianggap para pelaku sebagai musuh utama.

"(Target mereka) polisi. Karena mereka kan, sekali lagi saya sampaikan kenapa polisi karena polisi dianggap sebagai kafir harbi," pungkas Tito.

Penyerangan di pos jaga Mapolda Sumut terjadi dini hari tadi pukul 03.00 WIB. Dalam kejadian ini 1 anggota polisi bernama Aiptu Martua Sigalingging tewas ditikam pelaku. 

Polisi Tangkap 4 Orang Diduga Terkait Teror di Mapolda Sumut

Polisi terus mengembangkan kasus teror serangan ke Mapolda Sumut. 4 orang jaringan yang diduga jaringan pelaku ditangkap.
Polisi Tangkap 4 Orang Diduga Terkait Teror di Mapolda SumutFoto: Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel tinjau rumah terduga teroris/Jefris-detikcom
"Kita sudah tangkap 4 orang yang diduga bagian dari jaringan ini," kata Kapolda Sumut saat meninjau rumah pelaku di i Jalan Pelajar Timur Gang Kecil, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumut, Minggu (25/6/2017).

Rycko belum membeberkan identitas 4 orang tersebut. Keempatnya masih diperiksa intensif untuk memastikan keterkaitan mereka.

Seperti diketahui, penyerangan terhadap anggota Polri di pos jaga Polda Sumut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Dalam kejadian ini, seorang anggota Polri pos jaga meninggal dunia dalam insiden itu. 

Sementara, seorang pelaku inisial AR tewas dan pelaku SP kritis.

Kepolisian menduga teror penikaman itu terkait dengan anggota ISIS, Bahrun Naim. Dugaan sementara aksi nekat pelaku menyerang Aiptu Martua Sigalingging atas perintah Bahrun Naim.

"Informasinya kemarin ada imbauan Bahrun Naim," kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini. 

Pos Jaga Polda Sumut Diserang Teroris, 1 Polisi Tewas

Pos penjagaan di Polda Sumut, Medan, diserang orang tak dikenal dini hari tadi (25/6) pada pukul 03.00 WIB. Serangan itu membuat 1 anggota pelayanan masyarakat Aiptu Martua Sigalingging yang sedang berjaga tewas. Pelaku diduga teroris.

"Pada saat diserang, anggota Aiptu Martua gugur karena ditikam senjata tajam," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto usai Salat Id di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Setyo mengatakan, pelaku diduga 2 orang. Mereka melompat pagar Mapolda Sumut kemudian menyerang pos jaga nomor 2. 

"Kemudian anggota lain, Ginting minta tolong ke Brimob lain yang berjaga di pintu lain," ujarnya.

Setyo menduga, pelaku penyerangan ini sudah merencanakan terlebih dahulu sebelum beraksi. Setyo mengatakan, pelaku diduga anggota teroris.

"Ini kayaknya kelompok mereka (jaringan teroris) atau sel lain," ucapnya. 
(gbr/rvk)