Monday, August 1, 2016

Bambang DH: Tak Ada Nama Ahok di Antara 6 Kandidat Cagub PDIP

 Pelaksana tugas Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Bambang DH membantah nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ada di dalam enam nama kandidat cagub partai banteng.

Bambang yakin mengenai hal tersebut karena dia juga merangkap jabatan sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu di DPP PDI-P.
"Saya ketua Bapilu, setahu saya di DPP enggak ada penyerahan nama itu. Saya enggak tahu ada nama Pak Ahok di dalamnya tuh," ujar Bambang di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta, Minggu (21/7/2016).
Bambang mengatakan, sebanyak 34 orang mendaftar dalam penjaringan calon gubernur yang digelar PDI-P.
Dari 34 orang tersebut, sebanyak 27 orang mengikuti proses seleksi. Selanjutnya, ke-27 orang tersebut dikerucutkan menjadi enam nama kandidat.
Bambang melajutkan, Ahok tidak pernah mengikuti proses pendaftaran sejak awal. Sehingga namanya tidak akan keluar di saat akhir.
"Kan jelas enam nama itu dari yang mendaftar sementara dia kan enggak mendaftar," ujar Bambang.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnamamengakui namanya masuk ke dalam enam nama yang diusulkan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Namanya diusulkan untuk menjadi calon gubernur yang akan diusung PDI-P pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
"Oh iya iya (nama) yang diusulkan DPP (PDI-P) ke Bu Mega kan ada hak prerogatif. Nah itu ada nama saya," kata Ahok.

Ahok: Pertama Kali Dalam Sejarah, Parpol Mencalonkan Saya Tanpa Mahar

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkomentar soal pandangan orang yang menilai diaplin-plan karena memilih bertarung dalam Pilkada DKI lewat jalur parpol.

Padahal, sebelumnya Basuki berulang kali mengatakan dia akan mencalonkan diri lewat jalur perseorangan.
"Bagaimana ya, sebetulnya dua-duanya boleh kok secara Undang-undang, bisa perorangan bisa juga parpol," ujar Ahok, sapaan Basuki, di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Minggu (31/7/2016) malam.
Ahok menolak disebut plin-plan dan mengatakan dirinya sudah membuktikan maju lewat jalur partai politik tanpa memberikan mahar itu mungkin.
Ahok mengatakan dia tidak perlu menjadi kader partai dulu untuk diusung menjadi calon gubernur.
Hal itu dia buktikan dengan adanya dukungan dari tiga partai politik yaitu Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Hanura.
"Ini pertama kali saya rasa dalam sejarah republik kita, partai mencalonkan saya tanpa minta mahar, tanpa syarat dan tidak mewajibkan saya jadi anggota partai," ujar Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama resmi memilih maju melalui jalur partai politik pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Hal itu disampaikan Basuki atau Ahok pada acara halalbihalal bersama relawan "Teman Ahok" di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2016) petang.

Bambang DH Pasang Badan Ajak Kader PDI-P Tidak Ragu Lawan Ahok

Pelaksana tugas Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Bambang D.H meminta kader PDI-P di Jakarta tidak ragu menyuarakan penolakan terhadap petahanaBasuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Bambang mengatakan itu mengacu kepada hasil reses anggota DPRD DKI yang menyimpulkan warga Jakarta tidak ingin dipimpin figur yang arogan. 

"Saya sebagai pimpinan di PDI-P DKI, saya sudah laporkan ke Bu Ketum (Megawati). Bu Ketum, saya sudah dengar suara rakyat, mayoritas sudah tidak menghendaki incumbent ini," ujar Bambang, dalam acara pelantikan kader di Kantor DPD PDI-P DKI, Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan, Minggu (31/7/2016). 

Suara rakyat yang dimaksud Bambang adalah hasil reses anggotaDPRD DKI Jakarta. Dengan adanya hasil reses itu, Bambang merasa wajib untuk memperjuangkannya. 

Namun, kata Bambang, dia tidak bisa berjuang sendirian. Bambang mengajak seluruh kader PDI-P di DKI untuk ikut memperjuangkan kehendak warga Ibu Kota yang tidak menginginkan Ahok kembali menjadi gubernur. 

Untuk itu, Bambang mengajak kader untuk tidak takut dan ragu. Dia siap pasang badan terhadap segala risiko. 

"Di DKI yang bertanggung jawab saya, jadi enggak usah takut-takut. Nanti kalau dipecat ya yang dipecat kan saya. Kalau kalian ragu-ragu, itulah sumber kekalahan. Saya harap enggak ada yang ragu. Kalau ragu semua pulang saja," ujar Bambang. 

Suasana di DPD PDI-P hari ini memang kental pada penolakan terhadap Ahok. 

Ahok Ralat Pernyataan soal 6 Cagub PDI-P

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meralat ucapannya mengenai namanya yang diajukan sebagai salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ahok mengatakan dirinya tidak termasuk dalam daftar enam nama yang akan disampaikan kepada Megawati. 

"Rupanya itu yang daftar, kalau saya kan enggak daftar," ujar Ahok (sapaan Basuki) di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Minggu (31/7/2016). 

Ahok juga enggan membahas lebih lanjut soal peluangnya diusung oleh PDI-P. Ahok mengatakan dia menyerahkan semua itu kepada partai-partai pendukungnya, yaitu Partai Golkar, PartaiNasdem, dan Partai Hanura, serta kelompok relawan "Teman Ahok". 

"Enggak tahu (kalau dengan PDI-P). Nanti tergantung pembicaraan tiga partai (pendukung) dan Teman Ahok," ujar Ahok. 

Pelaksana tugas Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Bambang DH juga menyatakan nama Ahok tidak masuk dalam daftar enam cagub DKI yang digodok PDI-P. Bambanng yakin mengenai hal itu karena dirinya terlibat langsung dalam proses penjaringannya.

"Saya ketua bapilu, setahu saya di DPP enggak ada penyerahan nama itu. Saya enggak tahu ada nama Pak Ahok di dalamnya tuh," ujar Bambang. 

Sebelumnya Ahok mengaku namanya masuk ke dalam daftar enam nama yang diusulkan DPP PDI-P kepada Ketua Umum PDI-PMegawati Soekarnoputri. Nama itu diusulkan untuk menjadi calon gubernur yang akan diusung pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ahok Sebut Tiga Parpol Pengusungnya Memiliki Pamrih

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tiga partai politik pengusungnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 memiliki harapan padanya. Dia menyebut dukungan ketiga partai politik tersebut bukan tanpa keinginan.

"Yang pasti tiga parpol kan sudah komitmen, mereka mendukung saya tanpa macam-macam. Pamrihnya cuma satu, pengin saya bangun Jakarta," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/8/2016).
Hanya hal itu yang diminta ketiga partai politik tersebut kepada Basuki. Adapun tiga partai politik pengusung yang dimaksud Basuki adalah Partai NasdemHanura, dan Golkar. Dukungan ketiga partai politik tersebut sudah mencukupi untuk mengusung Basuki pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Basuki pun berjanji akan memenuhi harapan ketiga partai politik tersebut.
"Ya sudah kami kerja saja," kata Basuki.
Terkait rencana pertemuan Partai Hanura dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Senin sore, Basuki menyerahkan kepada dua partai politik itu.
"Ya makanya masing-masing kami ada komunikasi baik. Tapi enggak tahu," kata Basuki. (Baca: Ahok Pastikan Maju di Pilkada DKI Tanpa PDI-P)

Ahok ke Risma: Wali Kota Solo Saja Jadi Presiden, Masa Walkot Surabaya Tidak?

 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini digadang-gadang menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Kandidat cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bahkan optimis tokoh sekaliber Risma mampu memimpin Jakarta, bahkan Indonesia.

"Apalagi seingat saya Bu Risma pernah ngomong, coba nanti dicek ya, kan Surabaya lebih besar dari pada Solo. Wali Kota Solo bisa jadi Presiden (Jokowi), masa Wali Kota Surabaya enggak bisa?" kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Sebagaimana diketahui, Jokowi dulu adalah Wali Kota Solo yang menjadi Gubernur DKI Jakarta, kemudian dia menjadi Presiden RI. Menurut Ahok, masyarakat Jakarta akan punya banyak pilihan bila banyak tokoh berkualitas yang mencalonkan diri ke Pilgub DKI 2017.

"Bagi saya, orang Jakarta akan diuntungkan, pilihan banyak," kata Ahok.

Nantinya, masyarakat Jakarta bakal membandingkan hasil kerja para calon di daerah yang pernah dia pimpin. Misalnya soal pembangunan taman, Ahok mengambil hal ini sebagai contoh.

"Misal kamu bicara tentang membangun taman, terus kamu bandingkan nanti kan. Taman di daerah yang kamu bangun seperti apa, yang dibangun dari kami seperti apa. kamu bangunnya butuh berapa tahun? Mungkin 15 tahun, 5 tahun, di sini berapa tahun," tutur Ahok.

Penggunaan internet dengan aplikasi jejaring media sosialnya bakal menambah semarak pertimbangan-pertimbangan memilih cagub terbaik. Foto-foto hasil kerja calon yang pernah menjadI kepala daerah akan bertebaran untuk dinilai dan dicermati.

"Jakarta langsung dikorek nih koreng-korengnya semua nih, jadi orang enggak boleh mengeluh. Ini menarik, jadi kalau kamu dari daerah lain, datang, lawan politik kamu juga akan membongkar borok kamu. Pasti dong, dia akan bongkar borok kamu, mengatakan kamu begini, begini. Jadi ini menarik," tutur Ahok.

Demokrasi akan menemukan pilihannya. Bukan berdasarkan warna kulit, kata Ahok, namun berdasarkan meritokrasi.